Site icon LEAD.co.id

Kepala DPK Pesimis Pamekasan jadi Kabupaten Literasi 2022

DPK, Pamekasan, Literasi

Kepala DPK Kabupaten Pamekasan, Budi Asyari

LEAD.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan gencar melakukan berbagai gerakan literasi guna pencanangan sebagai Kabupaten Literasi pada tahun 2022, Selasa (3/3/2020).

Kendati demikian, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Pamekasan, Budi Asyari, justru mengaku pesimis berkenaan pencanangan sebagai kabupaten literasi di tahun 2022 tersebut.

“Terlalu dini kalau kita mau bicara soal kabupaten literasi, kami sendiri masih pesimis,” katanya.

Menurutnya, saat ini budaya baca masyarakat di Bumi Gerbang Salam ini masih sangat rendah.

Sementara parameter sebagai tolok ukur kabupaten literasi dari Perpustakaan Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tergolong cukup tinggi.

“Sampai hari ini tidak ada kabupaten literasi di indonesia, apalagi pencanangan kabupaten literasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pamekasan lebih cocok dengan slogan gerbang literasi, mengingat dari tahun ke tahun indeks masyarakat justru belum mengalami peningkatan.

“Di Jawa Timur saja, indeks gemar membaca masih berada di angka 8,2 persen berdasarkan buku edaran yang dikeluarkan oleh Kemendikbud,” paparnya.

Dijelaskan, pihaknya sejauh ini sedang menyusun indeks gemar membaca di Kabupaten Pamekasan dengan memasukkan pesantren sebagai salah satu elemennya.

“Cuma berdasarkan intruksi dari Bupati, kita diperintahkan untuk membuat blueprint tentang pamekasan sebagai kabupaten literasi 2022,” jelasnya.

Untuk diketahui, kabupaten/kota untuk mendapatkan anugerah dari Kemendikbud harus melalui proses seleksi yang mencakup 6 indikator dari 5 komponen. Komponen tersebut diantaranya, pertama publikasi dan sosialisasi. Kedua,penguatan pelaku/pegiatn literasi. Ketiga, penyediaan bahan bacaan. Keempat, penguatan dan kelembagaan. Kemudian yang kelima, pelibatan publik.

Reporter : Priyanto D
Editor : M Hasanuddin

Exit mobile version