Keributan Jelang PSBB, Ketua RT di Kota Bogor Dikeroyok

485
0
Warga Pulo Geulis, Keriutan PSBB
Ratusan warga Kampung Pulo Geulis, Kota Bogor berkumpul, mencari pelaku provokasi, Selasa petang (14/4/2020).

LEAD.co.id | Ratusan warga digegerkan dengan pelaku provokasi dan pemukulan terhadap ketua RT 05/04, Kel. Babakan Pasar, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa petang (14/4/2020). Keributan ini terjadi karena Ketua RT 05/04 dikeroyok oleh pemuda yang menjaga akses karantina parsial atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan tersebut.

Menurut saksi, Jalalludin (Ketua RT 02/04), kronologi kejadian ini karena salah satu anak Ketua RT 05/04 bernama Wiwi dilarang melewati akses jalan, saat pulang kerja. Para pemuda yang menjaga plang melarang masuk dengan alasan diberlakukan program karantina parsial.

“Selepas maghrib kejadiannya anak dari Ketua Rt 05 yang biasa di panggil Wiwi pulang dari tempat kerja dan sudah biasa lewat jalan tersebut, padahal mereka tahu dia anak Rt 005, tetapi tetap tidak diperbolehkan masuk,” ungkap Jalal.

Baca :  Cegah Wabah Corona, Warga Cipondoh Makmur Semprot Lingkungannya

Menurut Jalal, sejumlah pemuda yang menjaga akses masuk kampung ini diduga dalam keadaan mabuk, tapi Wiwi bersikeras untuk lewat hingga bisa pulang ke rumah.

Namun demikian, sesampainya di rumah, pihak keluarga tidak terima, sehingga orang tua Wiwi, Tata Sumitra (Ketua RT 05) didampingi Ketua RW 03 kemudian menuju lokasi kejadian yang menimpa anaknya.

“Siapa yang melarang masuk anak saya?,” ucap Tata kepada para Pemuda penjaga akses karantina.

Pertanyaan Tata dijawab dengan nada kasar “aing” (saya) oleh para pemuda. Spontan, Tata menjadi marah dengan menampar mereka. Keributan pun terjadi, pemuda berjumlah 7 orang ini akhirnya memukuli Tata.

Baca :  BAZNAS Bersama PT Jatelindo Perkasa Abadi Galang Dana Pendidikan
PSBB, Keributan, babinsa, Babinmas
Anggota Babinsa dan Babinmas Kel. Babakan Pasar, Kec. Bogor Tengah, mengantisipasi keributan menjalang diterapkakan PSBB di Kota Bogor.

Jalal mengatakan, usai pemukulan tersebut, para pelaku melarikan diri. Atas hal itu, dengan spontan ratusan warga berkumpul di depan Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk mencari para pelaku.

“Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, saya segera menghubungi pihak Bimas dan Babinsa wilayah untuk meminta bantuan pengamanan di lokasi, tapi massa tidak bisa terkendali, yang sebelumnya salah satu pelaku diamankan dan dibawa ke Polsek Bogor Tengah untuk menghindari amukan massa,” tambah Jalal.

Pada pukul 20.00 WIB, terjadi tindakan provokasi terhadap warga yang memicu kerumunan. Pelaku provokasi mengajak keributan melalui media sosial dan pesan whatsapp, sehingga ribuan warga mencari keberadaannya.

Baca :  Sibhara Kompi BS Dan KBPP Polri Sektor Citeureup Bagikan Sembako Warga Dampak Covid-19

Tidak lama kemudian pelaku provokasi berhasil diamankan dari rumahnya. Selama dalam perjalanan tak luput dari pukulan warga yang geram dengan tindakannya.

“Pihak Kepolisian pun segera mengevakuasi anak muda yang ditaksir masih berumur 16 tahun ini pun ke markas Polsek Bogor Tengah,” pungkas jalal yang juga Ketua Rayon KB FKPPI ini.

Reporter: Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here