BOGOR (Lead.co.id) – Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu cara meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rasulullah membawa agama kesempurnaan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk umat manusia.
Ketua MUI Kota Bogor, Tb Muhyiddin menjelaskan, Nabi Muhammad lahir di Arabia selatan tempat yang dari pendidikan kebudayaan dan peradaban, yang pertama kali seorang Nabi lahir di luar kebiasaan,dan itulah Nabi terakhir.
Menurut dia, api Mazusi yang beribu ribu tahun menyala menjadi padam kala kelahiran Nabi, ratusan berhala di atas Ka’bah runtuh seketika. Itulah tahun Gajah, tahun kelahiran Rosululloh.
Saat masa kepemimpinan Rasulullah saat berada di Mekah dan di Madinah selalu mengedepankan silaturahmi dan musyawarah untuk mufakat.
“Sahabat-sahabat nabi pada zaman kejayaan merupakan sosok yang berpengalaman dan berkemampuan ilmu pengetahuan di berbagai bidang ekonomi militer kebijaksanaan dan pemerintahan. Nabi besar muhammad shallallahu alaihi wasallam mampu merangkul semua umat baik itu di Mekah atau Madinah sebagai bagian dari sumber daya manusia umat Islam,” ungkapnya.
Saat maulid nabi pemimpin dari pusat hingga daerah di negara Indonesia bisa menjadikan suri tauladan kepemimpinan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam dalam mengemban amanah menjalankan berbagai kebijakan untuk publik.
“Pelayanan dari nabi besar muhammad shallallahu alaihi wasallam menjadi contoh Bagaimana pemimpin ada saat rakyat membutuhkan dengan adanya solusi untuk kehidupan,” katanya.
Rasulullah muhammad shallallahu alaihi wasallam lahir ke dunia dalam maulid nabi sebagai bagian Islam ajaran rahmatan lil alamin untuk seluruh alam semesta.





