Site icon LEAD.co.id

Ketum MMP Dukung Desakan Ahmad Sahroni Minta Polri Tumpas Pendukung Taliban di Indonesia

FOTO> Aktivis dan Ketua MPP, Romadhon Jasn

JAKARTA (LEAD.co.id) – Desakan untuk menumpas pendukung Taliban di Indonesia semakin kencang disuarakan. Salah satunya dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Pasalnya, sejak jatuhnya Afghanistan ke tangan kelompok ekstremisme Taliban, telah memotivasi dan menginspirasi kelompok radikal Indonesia.

Berdasarkan hasil pantauan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) disinyalir tengah berusaha menggalang simpatisan terutama di media sosial.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Millenial Mitra Polisi (DPP MMP) Romadhon Jasn mendukung desakan politisi NasDem Ahmad Sahroni yang meminta Polisi menumpas kelompok radikal Indonesia karena dinilai berbahaya dan berpotensi mengancam integrasi dan keutuhan negara.

“Yang disampaikan bang Sahroni udah benar, beliau khawatir akan ancaman kelompok Talibanisme di Indonesia, beliau mendesak polisi karena beliau cinta NKRI, apalagi BNPT mengatakan bahwa mereka sedang galang simpatisan, ini jelas berbahaya,” kata Romadhon Jasn kepada Wartawan di Jakarta, Selasa (24/08/21).

Karena itu, lanjut Romadhon semua elemen masyarakat jangan sampai salah bersimpati akibat pengaruh ideologi Taliban yang melegalkan kekerasan tersebut.

“Harus waspada dengan provokasi dan doktrin Taliban yang melegalkan kekerasan itu, temuan BNPT udah jelas mereka sedang galang kekuatan,” ujarnya.

Mantan Ketua PB HMI itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar waspada terhadap ideologi Taliban yang saat ini tengah menggalang simpatisan di Indonesia. Karena itu, menurut Romadhon Jasn semua stakeholder terutama TNI-Polri sebaiknya bersatu padu menumpas pendukung Taliban yang sudah jelas menganut ideologi transnasional yang melegalkan kekerasan tersebut.

“Seluruh elemen masyarakat sebaiknya hati-hati dengan Takibanisme ini dan kepada TNI-Polri kami mendukung upaya penumpasan Taliban di Indonesia karena ini jadi ancaman yang cukup serius bagi NKRI,” tegas Romadhon

Kontributor : Akril
Editor : Aru Prayogi

Exit mobile version