BOGOR (Lead.co.id) – Gedoeng Ageung adalah rumah adat di Kampung Urug, Kabupaten Bogor yang memiliki keunikan pada bentuk bangunannya. Bagian atap rumah tersebut seperti burung Elang yang sedang terbang.
Asal usul gedoeng Ageung ini sering kali dihubungkan oleh cerita prabu Siliwangi sebagai petilasan. Dikutip dari pendapat Abah Ukat sebagai pengurus Kampung Urug bahwa, “Gedoeng Ageung itu hanya sebagai peninggalan prabu Siliwangi, bukan sebagai petilasan nya prabu Siliwangi.”
Sekarang, kampung urug itu yang mengurus adalah Abah Ukat, jika kita melihat sejarah, Abah Ukat ini adalah generasi ke-15 dari prabu Siliwangi.
Ciri-ciri dan arti Gedoeng Ageung
1. Gedoeng ini memiliki lebar 12 meter dan luas 30 meter yang artinya yaitu dalam 1 tahun ada 12 bulan dan dalam 1 bulan ada 30 hari
2. Gedoeng ini memiliki 7 pintu yang memiliki arti dalam 1 Minggu ada 7 hari
3. Gedoeng ini memiliki 9 jendela yang memiliki arti 9 wali
4. Gedoeng ini juga memiliki 6 sudut dan 5 Suhunan yang memiliki arti 6 itu rukun iman dan 5 itu adalah rukun Islam.
Ciri khas Gedoeng Ageung yaitu bagian atapnya, bagian belakang disebutnya sebagai model ririmasan, bagian tengah itu julang apak (elang yang sedang terbang), rumah tamu disebut sebagai jinjing Regis, dan juga bagian depan adalah sontog yaitu potongan yang sambungannya langsung keluar, dan jika bentuknya langsung belokan, itu dinamakan sontog bengkok.
Adapun fungsi gedoeng Ageung sebagai berikut:
1. Bagian bawah yaitu tempat masak
2. Bagian tengah yaitu tempat bale musyawarah atau tepas (ruang tamu) / tempat umum
3. Bagian atas yaitu (sontog), bagian bawahnya (Ancol) tempat bale istirahat.
Penulis: Mochammad Afdhal Virgieawan

