Site icon LEAD.co.id

KH Syukron Ma’mun Wafat, Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman di Daarul Rahman

BOGOR (LEAD.co.id) – Prof. KH Syukron Ma’mun, pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, wafat pada Minggu (18/10/2026) pagi dalam usia 84 tahun. Ribuan pelayat dari kalangan ulama, pimpinan pesantren, politikus, pejabat negara hingga artis menghadiri takziah dan pemakaman almarhum di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman 1, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

KH Syukron Ma’mun mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah. Jenazahnya dimakamkan pada hari yang sama setelah salat Zuhur di kompleks pesantren yang berlokasi di Jalan Purwa Raya I, Cipedak, Jagakarsa.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para pelayat berdatangan sejak pagi untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Sejumlah ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta santri dari berbagai daerah turut menghadiri prosesi tersebut.

Kehadiran pelayat juga berasal dari kalangan politik dan pejabat negara. Sejumlah anggota DPR RI, senator, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam terlihat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, termasuk putra almarhum, KH Muhammad Faiz Syukron Ma’mun.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut menyampaikan duka cita atas wafatnya KH Syukron Ma’mun. Almarhum dikenal sebagai ulama yang memiliki pengaruh lintas organisasi dan konsisten menyuarakan dakwah amar makruf nahi munkar.

Selain itu, sejumlah artis dan figur publik yang pernah menjadi santri maupun mengikuti kajian almarhum juga hadir dalam doa bersama. Mereka mengenang KH Syukron Ma’mun sebagai sosok guru yang tegas dan penuh kasih.

Senator asal Riau, KH Muhammad Mursyid, yang merupakan santri Daarul Rahman angkatan 1988–1994, menyampaikan kesan mendalam terhadap sosok gurunya tersebut.

“Beliau bukan sekadar kiai tempat menimba ilmu agama. Ia adalah ayahanda, orang tua, guru kehidupan,” ungkap KH Muhammad Mursyid.

KH Syukron Ma’mun lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta pada 11 Januari 1975. Pesantren tersebut menjadi salah satu jejak perjuangannya dalam mengembangkan pendidikan Islam dengan memadukan tradisi pendidikan Gontor dan Sidogiri.

Pengaruh almarhum dalam dunia pendidikan pesantren juga disebut menjangkau wilayah Bogor. Sejumlah pesantren di daerah tersebut memiliki keterkaitan dengan alumni Daarul Rahman, di antaranya Pondok Pesantren As-Syarofah, Ummul Quro Al-Islami Bogor, dan Pondok Pesantren Daarul Rahman 2.

Wafatnya KH Syukron Ma’mun menjadi kehilangan bagi keluarga besar Daarul Rahman serta para murid dan masyarakat yang mengenal kiprah dakwahnya selama puluhan tahun.

Kontributor: Magang UIB Bogor – Muhammad Ihsan
Editor : Aru Prayogi

Exit mobile version