LEAD.co.id | Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Bidang Kemitraan BUMN, Romadhon Jasn mengatakan Menteri BUMN, Erick Tohir mulai melempem dalam menangani skandal PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) dan Mal Cilandak Town Square (Citos), yang mengalami kolaps atau kerugian besar dan sampai saat ini masih tetap terbengkalai.
Padahal, menurutnya Erick Tohir mula-mula menjabat bertekad untuk memberikan perbaikan terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah. Sehingga mendapat dukungan dari banyak pihak untuk menjaga stabilitas BUMN dengan tetap berlandaskan pada kepentingan khalayak umum.
“PT. Garuda yang telah yang akhirnya diketahui telah melakukan manipulasi terhadap laporan keuangannya dengan menindak beberapa direksi yang ada di dalamnya,” kata Romadhon Jasn, Sabtu, 21 Maret 2020.
Romadhon menyayangkan sikap Erick yang mulai berubah akhir-akhir ini. Sebab menurutnya masih banyak problem yang terjadi di tubuh BUMN dan perlu penanganan khusus dari mantan presiden Inter Milan itu. Saat ini menurutnya menteri BUMN yang justru ikut hanyut juga dalam persoalan yang seharusnya sudah ada menteri lain dalam penanganannya.
“Seperti halnya kemarin Erick Tohir Buka Lowongan suka relawan lawan Virus Corona, padahal dalam proses penanganan ini sudah ada kementrian Kesehatan dan Kementrian Sosial. Dengan melakukan tindakan rekrutmen relawan lawan virus corona menunjukkan bahwa Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Tohir akan dibawa sebagai menteri Perlengkapan,” ujar dia.
Maka dari itu, kata Romadhon, agenda kementerian yang sifatnya seremonial yang tidak berkaitan dengan visi progresif untuk membenahi perusahaan pelat merah ditinggalkan dulu. Seharusnya menjadi fokus utama Erick Thohir adalah fokus untuk membawa perubahan kementerian BUMN ke arah yang jelas.

