BOGOR (LEAD.co.id) – Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia melakukan acara “KSP Mendengar”, di Royal Hotel, Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, pada Sabtu (4/12/2021). Kegiatan bertema “Kebijakan Nataru demi Mencegah Gelombang Ketiga” ini menghadirkan elemen masyarakat Kota Bogor.
Kegiatan KSP ini untuk memastikan aspirasi dan pertanyaan dari masyarakat terkait kondisi penanganan Covid-19. Kota Bogor dipilih menjadi lokasi acara ini karena menjadi salah satu destinasi untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Jadi KSP ingin memastikan persiapan soal Nataru di Kota Bogor, baik soal kebijakan dan implementasinya seperti apa nanti,” ungkap Senior Advisor KSP, Abraham Wirotomo usai acara diskusi.
Keegiatan KSP Medengar ini dilakukan untuk memberikan dukungan kepada Presiden dan wakilnya dalam mengendalikan program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.
Adapun salah satu agenda prioritas yang sedang dikawal adalah penanganan Covid-19. Karenanya, kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian Pandemi tersebut.
Menurut Abraham, banyak sekali aspirasi yang disampaikan elemen masyarakat Kota Bogor dalam diskusi ini, diantaranya soal penurunan kepatuhan dan Prokes. Hal itu, kata dia, perlu ditingkatkan peran dan keaktifkan dari pemerintah daerah ataupun perusahaan.
“Karena tadi ada temuan soal kepatuhan masyarakat yang menurun. Maka soal kepatuhan akan ditingkatkan walaupun kebijakan yang diterapkan di Kota Bogor sudah bagus saat ini,” ucapnya.
Dia menambahkan, Presiden telah memberikan arahan diantaranya soal Prokes yang harus dilakukan dengan baik, hati hati dengan adanya varian baru dan saat ini pemerintah sedang mengumpulkan berbagai ilmuwan untuk mengecek soal dampak di dalam negeri seperti apa.
Namun, pemerintah juga sudah menetapkan pintu masuk luar negeri dan waktu karantina ditambah. Orang masuk ke Indonesia wajib PCR dan ketika karantina setelahnya pun harus PCR.
“Kebijakan pemerintah tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dari masyarakat. Melalui KSP Mendengar inilah, seluruh aspirasi masyarakat akan disampaikan,” tandasnya.
Terkait Nataru, ia menjelaskan, beberapa daerah akan menetapkan ganjil genap dan diharapkan tidak terjadi kenaikan kasus, sehingga 2022 nanti perekonomian bisa direlaksasi dan bisa berjalan seperti sediakala.
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

