Site icon LEAD.co.id

Listyo Sigit dan Kepercayaan Publik

Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, Judi Online, Narkoba

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai menerima arahan dari Presiden Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, pada Jumat, 14 Oktober 2022

Oleh: Dinal Gusti

Kasus Duren Tiga bisa disebut sebagai ujian terberat yang dihadapi Korps Bhayangkara (Polri) sepanjang 76 tahun kiprahnya di Indonesia. Sinisme dan skeptisme masyarakat terhadap Institusi yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu mengalir deras selama proses pengungkapan kasus yang melibatkan mantan orang nomor satu di Divisi Propam Polri, Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Lebih dari tiga bulan, kasus Duren Tiga cukup berhasil mendegradasikan kepercayaan publik terhadap Polri. Hasilnya, menurut survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang digelar pada 11-20 September 2022, Institusi Polri mengalami penurunan kepercayaan sebesar 13 persen. Padahal, sebelum adanya kasus itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri berhasil menyentuh angka 72,1 persen. Namun kini merosot di angka 59,1 persen.

Dari data yang dirilis oleh Lembaga Survei yang dipimpin oleh Denny Januar Ali itu, penulis menangkap satu fenomena yang boleh dibilang unik dan mencengangkan. Di mana dalam survei LSI tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memiliki tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi dari pada institusi yang dimpinnya. Mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu mendapat skor sebesar 65 persen. Listyo Sigit itu unggul 5,9 persen dibandingkan institusi yang dipimpinnya.

Fenomena tingginya kepercayaan publik terhadap kinerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo dibandingkan dengan institusi Polri, mengingatkan penulis dengan sepak terjang Lionel Messi kala berseragam FC Barcelona. Saking hebatnya mengolah si kulit bundar, pria kelahiran Rosario, Argentina itu selalu menjadi andalan bagi pelatih dan rekan setimnya untuk mengangkat performa tim saat bertanding. Bahkan, tak jarang Messi menjadi juru selamat ketika tim mengalami kebuntuan.

Begitu juga dengan sepak terjang Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kala resmi ditasbihkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri di penghujung Januari 2021 lalu, Jenderal kelahiran Ambon 1969 itu langsung tancap gas. Tugas terberat yang diembannya saat itu adalah menanggulangi Pandemi Covid-19 di Indonesia, sembari mengamankan situasi keamanan dan ketertiban dalam Negeri.

Dalam soal penanganan Covid-19 di Indonesia, Institusi Polri yang dipimpin mantan Kabareskrim itu menjadi salah satu garda terdepan. Bersama TNI, BIN, Kemenkes, dan juga BNPB, Polri mampu memberi Kontribusi yang sangat maksimal. Hasilnya, Indonesia mampu melampaui target vaksinasi nasional sebanyak 70 persen. Berkat capaian tersebut, Indonesia masuk dalam lima besar negara tersukses dalam urusan vaksinasi dunia.

Di samping cekatan dan lihai dalam hal percepatan vaksinasi Covid-19, Polri di bawah komandonya juga tetap konsisten menjaga fokusnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri. Meskipun disibukan dalam urusan Pandemi dan juga Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), penegakan hukum di tengah masyarakat pun masih tetap berjalan normal. Dari kejahatan narkotika, kejahatan lingkungan, perjudian, human trafficking, korupsi, kejahatan siber—hingga memburu para teroris yang mengancam negara pun terbilang cukup konsisten.

Dan yang tak kalah penting dari itu, Polri juga cukup konsisten dalam membenahi aspek pelayanan publiknya. Hal itu bisa dilihat dari upaya menyulap Kantor Polisi yang ramah anak, ibu menyusui dan kelompok disabilitas; mengembangkan pelayanan berbasis digital; menerapkan dan mengembangkan teknologi E-Tilang di hampir seluruh Provinsi di Indonesia, dan masih banyak lagi hal-hal kreatif dan inovatif yang telah dibuat.

Bagi penulis, capaian prestisius Polri sejak Pandemi Covid-19 dan di masa transisi tentu tidak bisa dilepaskan dari faktor kepemimpinan (leadership) Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Menaungi 430 lebih anggota di seluruh Indonesia, Kapolri termuda dalam sejarah Korps Bhayangkara itu dianggap mampu mengantisipasi segala bentuk ancaman dalam negeri. Tak ayal, hampir dua tahun menjabat sebagai Kapolri, ribuan atensi pun mengalir deras mendukung sepak terjangnya.

Namun di pertengahan tahun 2022 ini, sejumlah kasus yang melibatkan anggota Polri benar-benar menjadi ujian berat bagi Listyo Sigit Prabowo selaku Pimpinan Tertinggi Polri. Mulai dari kasus Duren Tiga, aksi jilat kue HUT TNI yang dilakukan dua anggota Polri di Polda Papua Barat, Tragedi Kanjuruhan, perampokan yang dilakukan oleh sejumlah anggota Polisi di Medan—hingga yang teranyar adalah kasus narkoba yang menjerat Kapolda Jatim yang baru menjabat 4 hari, Irjen Pol. Teddy Minahasa.

Meskipun dihadapkan dengan kasus yang menggoyang marwah institusinya, dalam hal leadership, Kapolri Listyo Sigit Prabowo sama sekali tidak mengalami penurunan performa dalam hal kinerja. Janjinya soal ‘potong kepala ikan busuk’ sudah memberikan banyak bukti. Dalam hal ini, tidak sedikit pimpinan Polri di berbagai jenjang dicopot dari jabatan karena tidak mampu menjadi bekerja sesuai harapan.

Secara umum, penulis melihat keberanian dan ketegasan Kapolri Listyo Sigit Prabowo benar-benar menjadi komitmen yang begitu hidup. Kini, setiap pelaku pelanggaran di tubuh Kepolisian benar-benar mendapat sanksi sesuai dengan bobot pelanggaran. Mantan Kapolda Banten itu tidak peduli dengan pangkat dan kedudukan yang diemban jajarannya. Dia juga tak sungkan untuk mencopot, mendemosi, hingga memberhentikan secara tidak hormat (PTDH) setiap anggota yang melanggar.

Kini, pasca sejumlah kasus yang menghebohkan dunia Kepolisian Indonesia itu, masyarakat Indonesia masih menyimpan optimisme terhadap Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di samping Polri yang dipimpinnya berhasil mengatasi Pandemi dan dampak turunannya, keberanian dan ketegasannya sebagai pemimpin terbukti membuat gentar dan takut Polisi-Polisi yang indisipliner.

Dan hasil survei pun menegaskan hal itu. 65 persen masyarakat Indonesia masih percaya kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Lulusan Akpol 1991 itu dinilai masih mampu merubah citra Kepolisian menjadi lebih baik. Bak Lionel Messi di Barcelona dulu, penulis pun berkeyakinan bahwa Kapolri dengan kecerdasan dan ketangguhan leadership yang dimilikinya, mampu segera mengangkat citra Polri yang tengah menurun.

Akhir kalam, penulis optimis Polri di masa mendatang Polri akan menjadi lembaga yang lebih modern, sehat dan tangguh. Karena penulis yakin, prototipe kepemimpinan yang baik untuk Polisi kekinian telah ditanamkan dalam-dalam oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dan kelak sejarah akan bercerita kepada anak cucuk kita—tentang kehidupan seorang Jenderal Tegas dan Berani bernama Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo.

Penulis adalah Koordinator Pusat LSPI

Exit mobile version