LEAD.co.id | “Sederhana… Agar kita dapat membaca dan menulis serta memahami mengkaji naskah, buku atau kitab serta literasi beraksara dan berbahasa Sunda” ungkap Saepul Adha dari Sinatria Foundation, Jumat (6/11/2020).
Pada bulan kelahiran Kangjeng Rasullullah Shollaallahu Alaihi Wasallam, para pemuda desa dari beberapa daerah dan desa berkumpul terbatas melalui media daring dalam program Sinatria Akademi ; Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia dari Sinatria Foundation.
Narasumber Utama sebagai Guru atau Dosen Aksara Sunda adalah Ilham Nurwansyah. Beliau sebagai seorang Filolog/ Ahli Filologi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia filologi adalah Ilmu tentang bahasa, kebudayaan, pranata dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis.
Sebagaimana kita tahu, bahwa pada tahun 2019 Perpustakaan Nasional secara resmi meluncurkan sebanyak 150 buku yang bersumber dari naskah-naskah kuno Nusantara. Koleksi buku tersebut dapat diakses di Perpusnas bahkan adapula dalam aplikasi resmi berbasis android iPusnas.
Perjuangan aksara Sunda sejak perumusan tahun 1997 dan akhirnya tahun 2008, Aksara Sunda Baku 53 aksara sudah diluncurkan dan dapat digunakan.
“Aksara Sunda Baku tangtos Aya di Unicode, tapi aksara Sunda nu Aya di unicode teu acan tangtos aksara Sunda baku” bagian dari penjelasan Kang Ilham Nurwansyah saat menjelaskan perjalanan Aksara Sunda di dunia font dan digitalisasi aksara Sunda agar usable oleh kaum millenial dalam berbagai perangkat ponsel atau komputer.
Di situs kairaga.com tersedia Font Sunda dalam kategori Hurup Sunda Baku diantaranya: Sundanese Unicode, Sangkuriang Sunda, Asmaradana Unicode, Kandaga Unicode, Sundari, Kairaga Regular, Siloka Sundanese, TG Aksara Sundanese, Sundara Latin, Ngalagena, Font Pajajaran, Baraya, Bayonet, Campernik, Cureuleuk, Digital Clock, Hiris Gude, Kudi Hyang, Kujang Wesi, Ringkel, Rumpaka, Saroja, Sihung, Sunda Kufi, Sunda Nagari, Tamiang.
Ada 8 font yang memerlukan driver keyboard Aksara Sunda Unicode dan 19 font yang tidak memerlukan driver keyboard khusus. Tersedia pula font Sunda Kuna, font Sunda Buda/Gunung dan font Sunda Cacarakan. Pun bagi pengguna gawai berbasis android dan iOs sudah dapat menginstal dan menggunakan font aksara Sunda.
Juliam Triana dari Angkatan Muda Siliwangi yang berdomisili di Desa Cibunian Pamijahan, salahsatu peserta Diklat Online Sinatria Akademi menyampaikan betapa pentingnya generasi muda mengetahui, mempelajari bahkan dapat menguasai tata cara menulis dan membaca aksara Sunda.
Menjadi jalan dan jembatan penghubung bagi berbagai generasi adalah sebagian tugas dan amanat dari KHR Abdul Malik aldien dan KHR Badrul Muttaqin yang dijalankan Sinatria Foundation dalam upaya menggapai akhirat untuk kebaikan kita di dunia.
Selain secara daring, pembelajaran aksara Sunda Sinatria Akademi akan mengadakan Open Camp Aksara Sunda di Pasir Kerud Camping ground atau Pasker Camp yang berlokasi di Desa Purwabakti berkerjasama dengan Bumdes Bhakti Kencana, Gunung Salak Internet, Ahsana Retail Indonesia, Tridaya Sinergi Indonesia, KPA Makrifat Alam, Hasta Karya Media, Doorpam Store, Agrisan, serta berbagai pihak yang mendukung serta peduli pada pendidikan, kebudayaan serta lingkungan hidup.

