JAKARTA (Lead.co.id) – Pembatasan dalam perkuliahan secara offline masih diberlakukan secara ketat dan sebagain besar dijalankan oleh pendidikan dasar, menengah dan atas yang dalam prakteknya masih bersifat sementara dirasa belum cukup dalam penyerapan materi, dimana semua bergantung kondisi sekolah yang sudah terbebas dari cluster Covid-19.
Materi yang seharusnya bisa disampaikan secara tatap muka seringkali tidak maximal mengingat waktu dan jumlah peserta didik yang masih sangat terbatas dalam menjalankan aktivitasnya. Saat ini blended learning terus dikembangkan untuk menjembatani akan hasil akhir pembelajaran bisa tercapai sesuai standar yang di inginkan oleh dunia pendidikan tersebut.
Berbeda dengan Perguruan Tinggi Vokasi yang lulusannya harus siap terjun setelah menyelesaikan perkulihanan sesuai dengan bidang yang dipelajari. Dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap terjun dalam dunia kerja terutama lulusan dari perguruan tinggi Vokasi maka, PT Yicheng Logistics Indonesia mencoba bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi untuk mengadakan program magang selama 6 bulan untuk memberikan materi pembelajaran dalam bisnis serta keahlian dalam menjalankan rutinitas dalam bekerja di perusahaan.
Perusahaan Yicheng Logistics Group merupakan freight forwarder berkantor pusat di Tianjin China dan America Serikat dengan lingkup bisnis global logistik. Berupaya untuk bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Vokasi seperti Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya, Sekolah Tinggi Maritim AMI Jakarta, Politeknik APP Jakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dan Lainnya untuk memberikan kesempatan kepada Mahasiswa / Taruna magang selama 6 bulan penuh dengan berbagai divisi di dalam perusahaan.
Adapun Materi yang diberikan meliputi Digital Marketing, Dokumen Ekspor dan Impor, Asuransi Laut, Customer service support, Pricing cost, Cargo claim dan lain-lain secara internasional yang menjadi bisnis utama perusahaan ini serta sesuai dengan kurikulum Perguruan Tinggi tersebut. Sehingga Materi yang didapat dalam kampus dapat diaplikasikan atau diperbaiki sesuai dengan perkembangan bisnis saat ini yang begitu dinamis.
Agung Kwartama dari Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya mengatakan, dengan pengalaman bisnis di Indonesia lebih dari 15 tahun dalam bidang pengangkutan internasional, perdagangan domestik dan internasional diharapkan peserta magang yang mengikuti mendapatkan bekal keahlian yang bisa diterima oleh bisnis dunia pengangkutan atau perusahaan yang sejenis terutama internasional mengingat materi diberikan bersifat bisnis global bisnis internasional.
Hal itu menurutnya, sesuai keinginan pemerintah untuk menciptakan usahawan muda kreatif dan berdaya saing tinggi serta berkiprah secara internasional.
Kesempatan magang, kata dia, seharusnya diikuti perusahaan-perusahaan lain agar mampu menciptakan lulusan perguruan tinggi yang siap berkarir sesuai keahlian yang dimiliki dan bagi perguruan tinggi menjadi tujuan utama dalam menciptakan lulusan yang cepat bekerja, usahawan baru serta mengurangi masa tunggu bekerja yang lama serta terus menciptakan sumber-sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan bisnis yang cepat.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

