LEAD.co.id | Seorang mahasiswa di Kota Bogor mendatangi Istana Kepresidenan Bogor untuk melaporkan keadaannya yang tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat maupun Daerah di tengah pandemi corona virus disease (covid-19).
“Aksi tunggal dalam bentuk ‘Laporan’ kepada Presiden sebagai pimpinan Negara Republik Indonesia,” ujar seorang mahasiswa bernama Ahmad Syafii Maarif tersebut kepada LEAD.co.id, Sabtu (26/4/2020).
Pantauan tim LEAD.co.id, mahasiswa dari berbagai daerah yang tergabung dalam wadah Kekeluargaan Mahasiswa Rantau (Kemarau) itu melakukan aksi dengan membentangkan poster berisi keluhan mereka di depan Istana Kepresidenan Bogor. Mereka mengeluhkan tindakan pemerintah yang tidak memperhatikan para mahasiswa di tengah kebijakan PSBB di Kota Bogor akibat pandemi Covid-19.
“Lapor Pak Presiden !!!, Beli masker kami tak Sanggup, Apalagi Beli Makan !!!,” tulis spanduk yang dibentangkan mahasiswa tersebut.
Menurut mahasiswa yang akrab disapa Arif, di masa pandemi ini banyak kebijakan Presiden dan Pemerintah Daerah mengenai penanggulangan virus corona ini (covid-19), akan tetapi tidak ada langkah untuk pencegahan dan penanganan warga yang dikarantina (PSB).
Tindakan pemerintah, kata dia, tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan No. 06 Tahun 2018 tentang Kekerantinaan dan Kesehatan terkait tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah menganai hak dan kewajiban kedaruratan kesehatan masyarakat.
“Kami mahasiswa sebagai agent of change dan sosial control tidak butuh himbauan kami butuh perhatian dari presiden sebagai pimpinan yang telah mengeluarkan berbagai kebijakan,” ucap mahasiswa yang beralamat Jawa Timur ini kepada petugas penjaga pintu masuk Istana Kepresidenan Bogor.
Dia juga mengeluhkan, tidak adanya perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah sampai sekarang terhadap para mahasiswa perantau yang terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor. “Ini jadi pertanyaan besar bagi kami sebagai mahasiswa yang memantau kebijakan pemerintah,” lanjutnya.
Dia juga mengungkapkan, selama ini para mahasiswa di Kota Bogor tidak ada keringanan atau tidak tersentuh anggaran yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi Covid-19.
Atas hal itu, pihaknya mengajak seluruh mahasiswa khususnya di Kota Bogor untuk bersatu dalam memantau kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk penanganan dan pencegahan corona virus disease (covid-19) dalam segi anggaran dan penyebaran logistik.





