BOGOR (Lead.co.id) – Sebanyak 20 mahasiswa dari IPB University yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKNT-I) telah mengadakan Lokakarya sebagai rangkaian awal kegiatan KKNT-I, di aula Kecamatan Bogor Timur, pada Selasa, 27 Juni 2023.
Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain Sekretaris Kecamatan Bogor Timur, Ilham Rasyid, S.STP., M.Sc., Sekretaris Kelurahan Katulampa, Randi Kurnia, S.Kom., dan Sekretaris Kelurahan Sindangrasa, Heri Agus Suherman, S.E.
KKNT-I merupakan program kegiatan yang bertujuan untuk mendorong inovasi dan perubahan nyata dalam masyarakat. Tema yang diangkat oleh KKNT-I IPB University kali ini adalah “Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk mencapai Socio-Resilience”.
Sekretaris Kecamatan Bogor Timur, Ilham Rasyid, S.STP., M.Sc., menyambut kedatangan mahasiswa KKNT-I IPB dengan penuh antusiasme dan berharap bahwa program-program yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa di Kelurahan Katulampa dan Kelurahan Sindangrasa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya selama periode KKN, tetapi juga dalam jangka panjang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara inisiatif pemerintah dan gagasan inovatif yang dibawa oleh mahasiswa untuk mencapai target yang lebih optimal.
Dalam rangkaian lokakarya itu, para mahasiswa KKNT-I memaparkan rancangan program kerja yang akan dijalankan selama periode KKN.
Salah satu program yang disampaikan oleh mahasiswa KKNT-I di Kelurahan Katulampa adalah KEDAS, yang merupakan singkatan dari “Pengembangan Kelurahan Dengan Amanat Sustainability”.
Program tersebut berbasis pada 3 Pilar Berkelanjutan yang meliputi aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Tiga program inti yang akan dijalankan oleh mahasiswa KKNT-I di Kelurahan Katulampa adalah pemberantasan stunting, penanaman pohon dan pembuatan tempat sampah terpilah, serta pengembangan destinasi wisata ngalun.
Berbeda halnya dengan mahasiswa KKN di Kelurahan Sindangrasa juga turut membawa inovasi dengan mengusung empat program yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat setempat. Program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam memajukan wilayah tersebut.
Program pertama yang diusung oleh mahasiswa adalah “Tanam Bibit Asik”, yang bertujuan untuk mengenalkan pentingnya penanaman pohon kepada masyarakat.
Dalam program itu, mahasiswa tidak hanya memberikan pemaparan materi, namun juga melakukan demonstrasi dan praktik penanaman langsung oleh siswa SD. Hal ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan keterampilan sejak dini dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Selanjutnya, program “Bebas Stunting” merupakan kegiatan penyuluhan yang ditujukan khusus bagi keluarga stunting dan keluarga rawan stunting. Program ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang gizi seimbang serta pentingnya perawatan dan pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan angka stunting di Kelurahan Sindangrasa dapat ditekan dan anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan optimal.
Tidak hanya itu, mahasiswa KKN juga mengusung program “Penyuluhan ODF” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sanitasi yang baik.
Program ini berfokus pada upaya mengurangi kasus buang air besar sembarangan dan mendorong masyarakat untuk menerapkan praktek sanitasi yang sehat dan higienis. Dengan demikian, lingkungan Kelurahan Sindangrasa akan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
Terakhir, program “Let’s Go Digital” merupakan kegiatan yang memberikan materi mengenai tips optimalisasi media sosial bagi UMKM di Kelurahan Sindangrasa. Program ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan peningkatan visibilitas usaha mereka.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UMKM di Kelurahan Sindangrasa dapat berkembang secara digital dan meningkatkan potensi pemasaran produk mereka.
Sekretaris Kelurahan Katulampa dan Sindangrasa memberikan respons positif terhadap program-program yang diusulkan oleh mahasiswa KKN. Namun, mereka menekankan pentingnya penetapan target nyata sebagai indikator keberhasilan program tersebut.
“…Contohnya terkait pemberantasan stunting, coba mungkin bisa ditetapkan target supaya kasus stunting menurun 5 anak misalnya dari data sebelumnya, supaya kita dapat mengukur dampak nyata dari pelaksanaan program yang dilakukan dan tau apakah efektif atau tidak.” ujar Sekretaris Kelurahan Katulampa Randi Kurnia, S.Kom.
Di samping itu, Sekretaris Kelurahan Sindangrasa, Heri Agus Suherman, S.E. juga mengakui bahwa kemungkinan akan ada kendala dalam menjalankan program-program tersebut.
Misalnya, mencapai status “Zero ODF” (bebas buang air besar sembarangan) di kelurahan merupakan tantangan yang sulit dalam jangka waktu KKN yang relatif singkat. Selain itu, hal tersebut juga membutuhkan alokasi dana yang signifikan untuk membangun instalasi yang memenuhi standar sanitasi.
I Made Dita Adiyanta, salah satu peserta KKNT-I di Kelurahan Katulampa, menyoroti pentingnya upaya maksimal dalam melaksanakan program-program yang telah dirancang dalam periode KKN yang terbatas. Selain semangat dari para mahasiswa, dukungan dari mitra yang terlibat juga menjadi faktor penting dalam mencapai hasil yang diharapkan.
“…Meskipun ada kemungkinan bahwa target yang ditetapkan tidak tercapai akibat kendala yang dihadapi, tetapi harapannya nanti setiap kelompok mampu menyusun naskah akademik atau membuat sebuah kajian terkait program pembangunan ke depan yang nantinya bisa diserahkan kepada pemerintah terkait pada Lokakarya II,” ungkap dia.
“Tujuannya untuk menjaga kesinambungan program-program yang telah dilaksanakan sehingga tidak berhenti begitu saja. Dengan demikian, hasil dan pembelajaran dari KKNT-I dapat menjadi pijakan untuk upaya pembangunan yang lebih lanjut,” pungkasnya.





