Site icon LEAD.co.id

Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB Ajak Siswa SD Pilah Sampah Sejak Dini

Program PELITA menyerahkan tempat pemilahan sampah dan kartu edukasi ke dua sekolah dasar, menyambungkan persoalan sampah rumah tangga dengan kerusakan ekosistem pesisir tempat warga mencari nafkah

BOGOR (Lead.co.id) – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University menggelar program PELITA (Peduli Lingkungan Tanpa Sampah) di SDN 1 Eretan Wetan dan SDN 3 Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, pada 21 Juli 2026 kepada kelas 5 Sd dan 1 Agustus 2026 kepada kelas 4 SD. Kegiatan edukasi literasi lingkungan ini diikuti 50 siswa dan ditutup dengan penyerahan tempat pemilahan sampah serta kartu edukasi kepada kedua sekolah.

PELITA merupakan bagian dari pilar Pesisir Berseri (Bersih, Sehat, dan Lestari), satu dari tiga pilar program yang dijalankan tim selama 5 Juli–14 Agustus 2026 di Desa Eretan Wetan. Program ini dirancang untuk anak usia sekolah dasar dengan asumsi bahwa kebiasaan memilah sampah lebih mudah dibentuk sejak dini dibandingkan diubah setelah dewasa.

Materi disampaikan secara interaktif melalui kombinasi penyuluhan singkat dan permainan edukatif. Siswa diperkenalkan pada empat kategori sampah organik, anorganik yang dapat didaur ulang, residu, serta bahan berbahaya dan beracun (B3) lalu mempraktikkan pemilahan menggunakan kartu edukasi yang disiapkan tim. Sesi dilanjutkan dengan pengenalan ekosistem mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi dan banjir rob.

“Kami tidak ingin berhenti pada pesan ‘buang sampah pada tempatnya’, karena anak-anak sudah sering mendengarnya. Yang kami dorong adalah kemampuan membedakan jenis sampah dan tahu ke mana masing-masing harus dibuang,” ujar Daniel Dinata, Ketua Pelaksana KKN-T Inovasi IPB Desa Eretan Wetan. “Karena itu kegiatannya berupa permainan, bukan ceramah satu arah.”

Pemilihan tema sampah tidak lepas dari kondisi wilayah. Desa Eretan Wetan merupakan desa pesisir yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, dengan 1.956 rumah tangga nelayan dari total 4.249 kepala keluarga menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan. Penumpukan sampah, penurunan kualitas air, dan degradasi kawasan mangrove tercatat sebagai persoalan lingkungan utama di desa ini.

Pada skala kabupaten, tantangan pengelolaan sampah masih besar. Kajian yang dimuat dalam jurnal ilmiah mencatat timbulan sampah di Kabupaten Indramayu mencapai 1.113,65 ton per hari pada 2022, dengan tingkat pengelolaan sebesar 61,51 persen dan komposisi didominasi sampah organik sebesar 60,23 persen.

Kajian yang sama menyoroti rendahnya pemanfaatan tempat pembuangan sementara serta masih maraknya praktik pembakaran sampah terbuka sebagai indikator lemahnya kesadaran lingkungan di tingkat rumah tangga.

“Sampah yang tidak terkelola di darat pada akhirnya bermuara ke laut, dan itu langsung berhubungan dengan mata pencaharian warga di sini,” kata Nousa Pramadany, anggota tim dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan IPB.

“Kami menjelaskan rantai itu kepada siswa dengan bahasa sederhana, supaya mereka paham bahwa sampah bungkus jajanan pun punya kaitan dengan ikan yang ditangkap orang tua mereka,” lanjut dia.

Sebagai sarana pembelajaran lanjutan, tim menyerahkan tempat pemilahan sampah dan satu set kartu edukasi kepada masing-masing sekolah agar materi dapat digunakan kembali oleh guru setelah masa KKN berakhir. Program PELITA juga menjadi pijakan bagi kegiatan lain dalam pilar yang sama, yaitu Karya Pesisir pelatihan pembuatan kerajinan dari tutup botol plastik bekas serta Aksi Bersih berupa kerja bakti pembersihan lingkungan pesisir bersama warga.

Tim KKN-T Inovasi IPB Desa Eretan Wetan beranggotakan delapan mahasiswa lintas fakultas: Daniel Dinata (Ketua Pelaksana), Nadya Bilaaprilani (Bendahara), Revandrea Aulia Listiadjie (Sekretaris), Shevina Yusfani (Divisi Acara), I Gusti Ayu Agung Shanti Wahyu Dewanty (Humas), Nousa Pramadany (Logistik dan Transportasi), serta Athalah Pasha Al Ghifari dan Locita Laksmi Maheswari (Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi). Program berada di bawah bimbingan Dr. Ir. Gatot Yulianto, MS. sebagai Dosen Pembimbing Lapang.

Exit mobile version