Mahasiswa Merasa Dibohongi oleh Pemerintah Kabupaten Ende

0
Mahasiswa, Ende, IKAMEL, Malang
Ikatan Mahasiswa Ende (IKAMEL) Malang

LEAD.co.id | Berdasarkan pernyataan bupati Ende, Bapak Drs. Djafar H. Achmad, M.M pada tanggal 12 Mei 2020 bahwa akan memberikan bantuan berupa uang tunai kepada seluruh pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Ende yang tengah menempuh Pendidikan di luar kabupaten Ende akibat dari pandemic Covid-19. Hal ini mahasiswa merasa dibohongi oleh pemerintah Kabupaten Ende karena sampai saat ini belum pernah menerima bantuan sepersen pun dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Ende.

Lebih lanjut, Yoseph Harisman Mari, sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Ende atau IKAMEL Malang menyampaikan bahwa sejumlah mahasiswa asal kabupaten Ende sudah melakukan pendataan serta telah menyetor berkas-berkas sebagai persyaratan penerimaan bantuan namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda ataupun informasi terkait validasi persyaratan penerimaan bantuan. Lanjut salah satu mahasiswa aktif Universitas Merdeka Malang tersebut, juga mempertanyakan sudah sejauh mana pemerintah kabupaten Ende melalui dinas sosial terkait proses pendataan pelajar dan mahasiswa yang berada di luar kabupaten Ende.

Baca :  Menristekdikti Lepas 45 Mahasiswa Indonesia Study ke Tiongkok

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi IKAMEL menilai Dinas Sosial Kabupaten Ende lamban dan menghambat proses pencairan bantuan karena dalam surat Edaran tertuju kepada Camat se-kabupaten Ende tertuang dalam surat Edaran Nomor : 306/BPS.2/VII/2020 perihal Pendataan Mahasiswa/I di Luar Daerah yang menindaklanjuti atas surat Edaran Nomor : 245/BPS.2/V/2020 tertanggal 8 Mei 2020, memerintahkan kepala desa/lurah melalui camat untuk melakukan pandataan ulang pelajar dan mahasiswa dari tingkat desa/lurah dengan alasan untuk memastikan pelajar dan mahasiswa tersebut benar-benar berada di luar kabupaten Ende. Sedangkan dalam persyaratan pendaftaran yang dilakukan pelajar dan mahasiswa kepada dinas sosial sudah disertakan pernyataan orang tua dan Kartu Tanda Mahasiswa. Artinya sudah cukup bukti bahwa pelajar dan mahasiswa tersebut sedang berada di luar kabupaten Ende.

Baca :  Mahasiswa Datangi Istana Bogor: 'Beli Masker Kami Tak Sanggup Apalagi Beli Makan'

Dalam situasi seperti ini, IKAMEL Malang mengkritik dinas sosial kabupaten Ende tidak mampuh menerjemahkan pernyataan sekaligus instruksi Bupati Ende Bapak Drs. Djafar H. Achmad, M.M terkait pendataan pelajar dan mahasiswa yang cepat dan akurat sehingga terlihat pada pendataan pelajar dan mahasiswa dilakukan masih dengan cara manual maka tidaklah heran jika lamban dalam proses verifikasi data pelajar dan mahasiswa yang berada di luar kabupaten Ende.

Untuk itu IKAMEL Malang merasa dibohongi oleh pemerintah Kabupaten Ende dalam hal ini dinas sosial Kabupaten Ende sehingga Ikatan Mahasiswa Ende Malang meyatakan sikap : Pertama, mendesak Bupati Ende Bapak Drs. Djafar H. Achmad, M.M mencopot kepala dinas sosial kabupaten Ende karena dinilai setengah hati dalam melakukan proses validasi persyaratan calon penerimaan bantuan Covid-19 pelajar dan mahasiswa yang di luar kabupaten Ende sehingga sampai saat ini belum terealisasi bantuan tersebut.

Baca :  Kekerasan Terhadap Aktivis, Publik Minta Pelaku Ditersangkakan

Kedua, segera merealisasikan bantuan Covid-19 tersebut sesuai janji bupati Ende bapak Drs. Djafar H. Achmad, M.M, pada tanggal 12 Mei 2020 kepada pelajar dan mahasiswa kabupaten Ende yang berada di luar kabupaten Ende.
Ketiga, mendesak bupati Ende untuk memperhatikan dan membebaskan biaya Rapid Test terhadap pelajar dan mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan pendidikannya di luar kabupaten Ende misalnya, Kupang, Bali, Jawa, Kalimantan dan daerah lainnya yang ada di Indonesia.

Keempat, meminta pemerintah Kabupaten Ende memperhatikan khusus kepada pelajar dan Mahasiswa kabupaten Ende untuk membantu meringankan biaya Pendidikan karena saat ini orang tua sedang mengalami krisis ekonomi secara besar-besaran akibat dari pandemic Covid-19 ini, sehingga secara otomatis persoalan biaya Pendidikan sangatlah sulit.

Reporter : Ikhsan
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here