BOGOR (Lead.co.id) – Bappeda Kabupaten Bogor telah mencatat akses jalan aspal yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, sekitar 40 persen masih belum mendapatkan akses yang memadai.
“Kalau dilihat dari daerah lainnya masih belum memadai, tetapi untuk wilayah Cibinong dan Sentul terus berkembang dengan proyek infrastruktur besar,” kata Ketua Forum Mahasiswa Bogor, Muhammad Alfadly Ridwan, pada Senin 21 Oktober 2024.
Menurutnya ketimpangan ini sudah jelas, bahwa Pemerintah Kabupaten belum memberikan fasilitas yang layak bagi masyarakat yang berada di pelosok Kabupaten Bogor.
“Bahwa kami menyoroti ketimpangan ini, dan seharusnya pembangunan menjangkau semua laporan hingga ke pelosok pedesaan,” ujar dia.
Ia menjelaskan jika melihat wilayah Cibinong sekitarnya yang menjadi ibu kota dari Kabupaten Bogor ini, adanya ketimpangan yang sangat jauh. Meski wilayah ini, sangat mencolok perbedaan infrastruktur dibandingkan di wilayah pelosoknya.
Pembangunan yang dirasakan adanya tebang pilih, sangat berdampak pada akses masyarakat terhadap transportasi, pendidikan, dan pelayanan publik lainnya.
“Agar pembangunan dilakukan secara inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Mahasiswa harus menjadi penggerak utama dalam memastikan keadilan dalam pembangunan. Kami akan terus berjuang agar tidak ada wilayah yang terabaikan,” pungkasnya.





