BOGOR (Lead.co.id) – Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Terbuka (UT) Bogor telah menggelar aksi damai bertajuk “Agustus Berdarah, September Menghitam” di depan Kampus UT Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sereal, pada Sabtu (6/9/2025).
Aksi berlangsung dengan teatrikal, tabur bunga, hingga orasi yang diikuti sekitar 15 mahasiswa, dipimpin korlap Fariz. Mereka membawa bendera, pengeras suara, serta bunga sebagai simbol duka dan perlawanan.
Dalam aksinya, mahasiswa menegaskan empat tuntutan utama yaitu: mengusut tuntas korban jiwa dan luka dalam aksi demonstrasi sebelumnya, mendesak Pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Selain itu, menyerukan komitmen aksi damai untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, serta menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kekacauan sosial, politik, hukum, dan ekonomi.
Korlap aksi, Fariz, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan moral terhadap kekerasan aparat.
“Kami datang bukan untuk membuat kericuhan, tapi untuk menyuarakan keadilan. Jangan lagi ada korban jiwa hanya karena mahasiswa dan rakyat menyampaikan pendapatnya. Negara harus hadir melindungi, bukan menindas,” tegasnya.
Rangkaian aksi dimulai pukul 11.00 WIB dengan teatrikal dan tabur bunga, lalu dilanjutkan orasi. Massa aksi juga membagikan selebaran kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas. Pada pukul 11.19 WIB, para mahasiswa diterima langsung oleh Direktur UT Bogor, Enang Suryana.
Dalam penyampaiannya, Enang menyatakan keprihatinannya atas jatuhnya korban dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat dalam aksi sebelumnya. Ia mengimbau mahasiswa untuk tetap menahan diri dan bersabar, sembari mendoakan agar aspirasi yang disampaikan dapat direspons pemerintah.
Aksi damai ini berjalan tertib dan selesai pada pukul 11.40 WIB. Sebelumnya, massa merencanakan aksi di depan Polresta Bogor Kota, namun dipindahkan ke depan kampus UT Bogor dengan pertimbangan keamanan dan efektivitas.
Surya Sp





