Marak Judi Online, Mahasiswa Gelar Aksi Tunggal di Istana Bogor

oleh -361 views

BOGOR (Lead.co.id) – Seorang mahasiswa bernama Ahmad Syafi’i Maarif telah menggelar aksi tunggal di depan Istana Kepresidenan Bogor, pada Jumat (10/32023). Dirinya meminta Presiden mengevaluasi kinerja Menkominfo dan Kapolri atas maraknya judi online.

Arif sapaan akrab korlap aksi tunggal dari Himpunan Mahasiswa Pemantau Kebijakan (Himapeka) itu mengatakan, judi online di Indonesia semakin marak dan masih belum ada situs yang diblokir. Untuk itu, Himapeka berinisiatif turun ke jalan dan memantau kebijakan tersebut.

“Dari kacamata hukum perjudian merupakan tindakan kriminal berupa kejahatan yang merugikan banyak orang baik dari ketentraman dan ketertiban,” kata Arif dalam pernyataannya.

Baca :  Mahasiswa UIKA Turun ke Jalan, Evaluasi 100 Hari Kinerja Kabinet Merah Putih

Menurut dia, perjudian online marak terjadi sejak tahun 2017 berdasar informasi kementerian informasi dan komunikasi (Menkominfo). Namun, kata Arif, kinerja dari Menkominfo sendiri masih fiktif dan nihil dalam menyikapi kasus tersebut.

“Terbukti hanya beberapa situs dan aplikasi yang diblokir oleh Menteri Jhonny Gerald plate dari tahun 2019 sejak ditentukannya sebagai menteri, ungkapnya.

Persoalan tersebut, kata Arif, tidak boleh dibiarkan menjamur dan merusak moral anak bangsa. Karena itu, harus ada langkah konkrit dari Presiden untuk mengevaluasi kinerja Menkominfo dan Kapolri.

“Kami mendesak presiden Joko  Widodo untuk mengevaluasi secara total kinerja Menkominfo dan Polri dalam memberantas judi online di Indonesia,” tegasnya.