Site icon LEAD.co.id

Membangkitkan Batang Tarondam

Hatur Nuhun, Harga Diri, Samudera Tour D'Sukabumi, Apendi Arsyad

Dr Apendi Arsyad

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Ketika ananda Dr. dr. Elda Nazar Dahlan, MKes mengontak dan mengundang saya sebagai narasumber di Webinar Nasional FIKCI, saya setengah penasaran apa benar kegiatan mulia ini bisa terselenggara?.

Harap maklum, karena kita belum pernah ada sekalipun mengadakan acara melibatkan kaum terpelajar-cerdik pandai Cerenti untuk berbicara mengenai bagaimana kita membangun nagori Caghonti Kuansing, kecuali pernah ada seminar masyarakat adat Melayu Cerenti, yang disponsori oleh ongaku H Edward Arfa SH, pada bulan Maret 2003, bertempat di “los/kios” Pasar Cerenti yang amat bersahaja itu.

Adanya tawaran ananda Dr Elfa/Waketum FIKCI membuat hatiku senang “berbunga-bunga” bukan main ini, ….bak pepatah Caghonti “… pucuak dicinto ulam pun tibo…”.

Sambil berdoa dan berharap acara webinar nasional yang memgambil tema “Membangun Nagori Cerenti Berdaya Saing” dengan menghadirkan 4-5 narasumber beken (kreen dan mantul) putra asli Cerenti Kuansing, Riau, yang alhamdulillah ada sudah bergelar Doktor bahkan ada yang sudah Professor.

Saya sendiri AA kebagian sebagai narsum dengan topik. “Mengelola SDA dan Mempersiapkan SDM untuk Kesejahteraan Masyarakat Cerenti. Sebuah topik yang sangat menantang, yang secara “logical framework” sangat erat kaitannya dengan daya saing yg menjadi tema Webinar FIKCI kali ini dan pertama sekali. Selamat dan sukses saya ucapkan buat FIKCI dibawah kepemimpinan adinda Dr Almasri dan Sadrianto SE dkk. good luck..

Terus terang, saya berkata jujur, sudah sejak lama saya berpikir dan gelisah dalam perspektif intelektualitas melihat nasib para Dunsanak kito yang hidup di kampuang nagori Caghonti.

Lihat saja tulisan-tulisan saya yang pernah terbit di Buletin Canang IKC se-Jabodetabek, ada 30 edisi, ditambah lagi puluhan artikel yang dipublikasikan di medsos seperti Amanah News Pku dan Lead.co.id juga dishare di sejumlah WAG di negeri ini, termasuk WAG Forkom IKKS se Indonesia.

Semangat yang muncul dari berbagai tulisan (artikel) saya itu, maksudnya tiada lain adalah, ibarat kato ughang awak dan atau bahaso Ughang Conti ingin “Membangkitkan Batang Tarondam”. Sebuah istilah (konsep) yang selalu terngiang-ngiang di telinga dan masuk ke otak kita, dimana setiap kita sadar dan peduli akan suatu kondisi ketertinggalan.

Padahal kita memiliki potensi-kekayaan sumberdaya alam (SDA) dan sumberdaya manusia (SDM) yang hebat-hebat untuk bisa bangkit dari ketertinggalan, yakni dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan serta berkembangnya penyakit sosial lainnya seperti peristiwa kriminal, perampasan tanah ulayat (lamd tunare right) oleh pihak oligarky, dan penyalahgunaan narkoba di daerah perdesaan mulai akut, etc.

Maaf, dalam pengamatan (observasi) saya di lapangan dilengkapi kajian data dan informasi yang diterbitkan BPS Bappeda Kuansing Riau; dapat disimpulkan bahwa kondisi perekonomian rakyat dan kemajuan budaya dan peradaban nagori Caghonti berkembang lambat.

Bahkan, kemungkinan ada kecenderungan mundur dalam beberapa indikator dari aspek kehidupan masyarakat. Konon katanya dari beberapa studi Kabupaten Kuansing kondisi Soseknya agak tertinggal (marginal) jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, ditinjau dari beberapa indikator spt Indeks Pembangunan Manusia (IPM= daya beli, kesehatan dan pendidikan), apakah benar demikian ?, mari kita pikirkan !

Pada tahun 2016 saya pernah mendapat kesempatan oleh Kepala Dinas Perikanan Kuansing (alm. adinda Ir Eriswan Ali MSi) untuk mengkaji potensi SDA Perikanan Darat Kabupaten Kuansing Riau,…. ya begitulah…hasil studi dan kesimpulannya, dimana “SDAnya kaya, akan tetapi rakyatnya tetap miskin”.

Hal inilah menjadi agenda kita bersama para cerdik pandai, dimana letak titik persoalan/permasalahan yang sebenarnya?, bagaimana cara dan strategi penyiapan SDM yang unggul dan memiliki daya saing (comparative and competitive advantages) untuk mengelola SDA tersebut menjadi sumber kemakmuran dan kesejahteraan (social wellbeing) bersama.

Makna mengelola sumberdaya alam (natural resources), pengertiannya dalam kamus Sains Ilmu Managemen SDA dan Lingkungan menyangkut beberapa dimensi yakni pemanfaatan (eksploitasi, economy) secara optimal, pelestarian (conservation, ecology) secara berkeseimbangan, keadilan sosial (social equity, ecosocial), keberlanjutan (sustainaebility) etc.

Kita yang tergabung dalam FIKCI ini tentunya akan berpikir keras dan cerdas bagaimana caranya kita menemukan konsep dan “best practices” untuk mendorong kemajuan nagori berdasarkan keahlian (experts) dan pengalaman kepakaran kita masing-masing.

Doakan saya bisa membuat karya ilmiah yang akan disajikan nanti, insyaAllah bisa menjawab beberapa strategi untuk membangun daya saing Nagori Cerenti Kuansing Riau yang kita cintai.

Mari… kita berupaya keras; cerdas dan ikhlas untuk mengembangkan kompetensi SDM yang berkemampuan, guna mengelola potensi ekosistem alam/ SDA yang ada, yang kaya untuk kemajuan masyarakat nagori Cerenti, melalui upaya-upaya dan pilihan stategi “Membangkitkan Batang Tarondam” yang pernah saya tulis pada Maret tahun 2003 untuk seminar nasional “Masyarakat Adat dan Budaya Melayu Cerenti Kuantan Singingi Riau, beberapa tahun lalu.

Seminar tersebur dibuka oleh Bupati Kuansing alm Drs H Azrul yang kemudian sambutannya dimuat dalam buku “Mendulang Butir-Butir Budaya Masyarakat Adat Melayu Cerenti”, karangan H. Edward Arfa, SH, IPB Press, harap dibaca. Selamat dan sampai bertemu kita di Webinar FIKCI Ahad pagi nanti…!!!

Demikian semoga bermanfaat dan tetap bersemangat. Ingat moto Kuansing, “Basatu Nagori Maju..Tigo Tali Sapilin.. Salam Kayuah”


Penulis adalah Pendiri-Dosen/Assosiate Professor Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L (Skrg TA Proyek P3PD Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Jkt), Aktivis Ormas (Ketua Dewan Pakar ICMI Orwilsus Bogor) dan Pemerhati Sosial

Exit mobile version