Memorial Sahabat Kita yang Baik Hati, Bung Ir.H.M Rudy Ferdian

0
Memori, Sahabat, Rudy Ferdian, Apendi Arsyad
Ir.H.M Rudy Ferdian (alm) bersama Bupati Bogor H. Ade Yasin [File: Media3]

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Alhamdulillah..
Tepat jam 15.15 wib Sabtu (24/10-2020) sore tadi, saya berada di halaman pekarangan rumah almarhum Sahabat kita bung Ir.Haji Muhammad Rudy Ferdian/Ketua Kadin Kab.Bogor, yang kemarin Jumat menjelang waktu subuh meninggal dunia, dan paginya Jumat sudah langsung dimakamkan di TPU Mulyaharja Bogor.

Maksud kedatangan saya untuk bertakziah kepada keluarganya, ingin menyampaikan turut berduka cita secara langsung, atas berpulangnya kerahmatullah untuk menghadap Sang Pencipta dan Pemilik alam Jagat Raya ini, Tuhan Allah SWT.

Sebetulnya rasa duka mendalam, saya sudah tuangkan di WAG Kadin ini, tetapi rasanya tidak cukup. Hati ini tetap bersikeras untuk hadir di rumahnya almarhum, yang berlokasi di jalan raya Tajur Kota Bogor, dekat kantor Seameo Biotrof.

Sore itu, saya sudah memanggil beberapa kali di lobby rumah, dengan kalimat “Assalamualaikum”, hampir selama 5-7 menit, akan tetapi tidak ada satu pun yang keluar ke loby rumah. Akhirnya saya paham, bahwa para pemilik rumah yang berduka, sedang tidak ada di rumah. Kata petugas kebersihan pekarangan rumah, memang mereka istri dan 3 anaknya sedang menjalani masa “karantina” mandiri di tempat lain. Saya mendengar, memang almarhum bung Rudy dan diperkuat dari fhoto2 prosesi pemakamannya terlihat di WAG Kadin, almarhum terkena pandemi Covid 19.

Ya…saya pun berbalik arah ke samping pekarang rumah almarhum, menemui ada 2-3 orang, yg sedang bertugas membenahi sejumlah bingkai bunga2 ucapan berduka cita dari banyak kalangan yaitu: tokoh masyarakat dan para pejabat Kota dan Kabupaten Bogor, pimpinan Parpol, Organisasi Profesi dunia usaha dsb yang begitu banyak.

Pada deretan karangan bunga yang terpajang jumlahnya diperkirakan ada 100 buah lebih yang memadati jalan trotoar, itu informasi saya dapatkan dari para pembantu/petugas kebersihan pekarangan rumah almarhum. Saya mengobrol dengan mereka untuk beberapa saat, sebab saya penasaran ingin tahu informasi tentang kondisi terakhir kehidupan almarhum bung Rudy. Mereka bilang, pada hari Minggu pagi bung Rudy masih terlihat jalan-jalan santai berolah raga pagi di sekitar Seomeo Biotrof Tajur, beliau sehat walaffiat, sehingga banyak para tetangga merasa kaget ketika mendengar kepergiannya. Akhirnya saya paham cerita yg sebenarnya. Kemudian setelah meninggalkan rumah yg berduka, saya menitip salam buat istri dan ketiga putra almarhum melalui pembantu rumah tersebut.

Baca :  Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan

Deretan karangan2 bunga yang menyatakan turut berdukacita, diantaranya terdapat dari Bupati Bogor ibu Ade Yasin, Walikota Bogor bpk Dr.Bima Arya, Wabub Kab.Bogor bpk.Iwan Setiawan, dan para tokoh politik, pemerintahan dan pebisnis kolega2 almarhum yg begitu banyak.

Almarhum memang tokoh pebisnis yang handal, yang memiliki banyak kolega termasuk dekat dengan para elite politik. Siapa yg tidak kenal almarhum bung Rudy, begitu luas pergaulannya, orangnya santun, tutur katanya lembut. Lebih kurang 25-30 tahun saya berinteraksi dengan almarhum bung Rudy selama menjadi pengurus dan aktivis Kadin Kab.Bogor sepengetahuan saya jarang bahkan belum pernah saya melihat almarhum “marah atau suaranya meledak-ledak”. Walaupun ada masalah “konflik” sekalipun beliau tenang, misalnya terakhir terjadi kasus Musda VI di Hotel Lorin, Kawasan Sirkuit Sentul Kab.Bogor yg “dipermainkan” skenarionya oleh beberapa pihak, beliau almarhum bung Rudy orang yang terpilih kedua kalinya secara aklamasi, kelihatan tetap tenang merespon peristiwa tersebut.

Alhamdulillah memang dasar pelaksanaan Musda VI Kadin Kab.Bogor di Sentul tersebut sudah sesuai dengan mekanisme dan ketentuan AD dan ART Kadin, maka dewi fortuna pun akhirnya berpihak ke kubu almarhum bung Rudy, sehingga acara pelantikan Kepengurusan Kadin bisa diselenggarakan, dan Bupati Bogor ibu Ade Yasin berkenan hadir melantik di Gedung Pemkab Tegar Beriman Cibinong Bogor, dan saya Apendi Arsyad selaku Dewan Penasehat (Wanhat) Kadin Kab.Bogor pun diminta sebagai saksinya, dengan menandatangi surat2 serah terima jabatan pimpinan Kadin Kab Bogor dari yang lama ke yang baru.
Acaranya begitu meriah, penuh keakraban, semua jajaran pengurus Kadin yg baru termasuk Wanhat berpakai seragam dengan topi khas Sunda “Patopong”. Saya sendiri baru pertama kali seumur hidup memakai topi tersebut. Topinya anggun, lucu dan menarik, para Pengurus Kadin dan para undangan sangat senang dan berbahagia dibuatnya, juga tampak begitu kentalnya suasana dan rasa persaudaraan antar sesama warga Kadin yg terbangun ketika itu. Terlebih para hadirin pada saat berfhoto bersama almarhum bung Rudy sebagai Ketua terpilih untuk kedua kalinya, rasa kebersamaan itu terasa nikmatnya bagi mereka yg paham makna persahabatan. Almarhum bung Rudy lebih banyak tersenyum bahagia menerima salaman ucapan selamat dari para sahabatnya. Itulah kenangan indah terakhir saya bersama kawan2 bertemu dengan almarhum bung Rudy.

Baca :  Regenerasi Personil ICMI Sebuah Keniscayaan

Beberapa bulan kemudian tepatnya April 2019 pandemi Covid 19 pun datang, saya pun tidak bisa bertemu lagi hingga akhir khayat almarhum, ternyata takdir Allah SWT berkata lain.

Dalam merespon tertunda pelantikan tersebut, sebagian aktivis/ pengurus dan Wanhat Kadin dalam beberapa kali rapat di Graha Kadin Cibinong Bogor, agak terbawa “emosi”, termasuk saya selaku anggota Wanhat Kadin Kab.Bogor sempat juga “terpancing” dengan tingkah-pola petinggi Kadinda Jawa Barat. Ketika itu, saya menilainya tindakan pimpinan Kadin Jabar kurang rasional, nonetis dan merusak marwah organisasi besar Kadin, karena Kab.Bogor selama ini selalu taat dan tertib menjalankan AD dan ARTnya, dan waktu itu mereka “mempermainkan” keputusan Musda yang demoktratis dan musyawarah anggota sesuai dengan semangat UU No.1 thn 1987 ttg Kadin. Mereka menunda “tarik-ulur” keluarnya SK Pengurus Kadin Kab.Bogor untuk periode 2019-2024. Akan tetapi sikap almarhum bung Rudy, saya lihat begitu tenangnya merespon kasus “konflik” tersebut. Kesan saya beliau tidak ada beban “nothing too lose”, tampak dari ekspresi wajahnya.

Itulah karakter almarhum begitu baik dan menarik, sehingga almarhum memiliki banyak teman dan para sahabat dari berbagai latar belakang profesi pekerjaan, etnis, agama etc.

Selama saya aktif di Kadin sejak thn 1998-sekarang (3 periode Wakil Ketua pada kepemimpinan H.Tb.Arief Makmun, H. Antony Hilman SH dan Luther Kondorura, 1 periode Ketua Wantim dibawah kepemimpinan Kadin H Tb.Nasrul Ibnu Hajar, 2 periode terakhir sbg anggota Dewan Penasehat dibawa kepemimpinan almarhum Bung Ir.M Rudy Ferdian). Alhamdulillah, subhanallah, saya ditakdirkan untuk hal2 penting sering berkomunikasi dengan almarhum bung Rudy di beberapa tempat bersama kawan2 aktivis Kadin Kab Bogor, dan bahkan saya pernah menyempatkan diri bertamu ke rumahnya di Tajur, ada barangkali 3-5 kali untuk urusan2 yang sangat penting dan ‘genting’.

Baca :  Janganlah Kultuskan Bung Karno

Saya melihat sendiri begitu banyak orang2 dengan latar beragam bertamu ke rumah almarhum, ketika itu beliau layani dengan ramahnya. Bahkan jika ada tamunya dalam “kesulitan” finansial, almarhum membantunya dengan ikhlas. Beliau, almarhum memang orangnya baik hati dan suka menolong (dermawan) terhadap sesama temannya, termasuk terhadap diri saya.

Jujur saya berkata, ketika saya membutuh dana yg bersifat mendesak untuk penyelesaian biaya studi Magister Sains (MSi) dan Doktor (Dr.) saya pada Program Pascasarjana IPB University, tahun kelulusan 1999 dan 2007, beliau membantu saya dengan ikhlas.

Saya sudah menduga, kemungkinan banyak teman2 dan para sahabat aktivis Kadin Kab.Bogor yang mendapat “keberuntungan” seperti yang saya alami.
Semoga segala kebaikan almarhum bung Rudy selama hidupnya kepada para sahabatnya menjadi amal sholeh dan pahala yang memudahkannya untuk menghadap Allah SWT. Amin3 YRA.

Itulah …karakter kebaikannya almarhum bung Rudy yang tak akan pernah saya lupakan. Berpulang kerahmatullah almarhum Jumat subuh kemaren sekitar jam 2 wib lewat, sungguh mengagetkan saya. Karena suasana pandemi Covid 19 kita tidak bisa melayat dan menjenguk jenazah seperti biasanya. Hanya bisa kita lakukan dengan membaca kalimatullah “innalillhi wainna illahi rojiun” dan berkirim doa dengan membaca QS Al Fatihah, semoga arwah almarhum sahabat kita bung Rudy dalam keadaan tenang dan damai di alam barzah sana, serta ditempatkan disisiNya yg terbaik, di Surgajannatunnaim dan husnul khotimah.
Sungguh, Kita kehilangan salah seorang Sahabat yang suka menolong dan orangnya baik hati.
Wassalam.

Artikel Oleh: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad MSi
Penulis adalah Dewan Penasehat (Wanhat) KADIN Kabupaten Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here