BOGOR (Lead.co.id) – Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cigombong bersiap menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) untuk memilih ketua dan pengurus periode berikutnya. Agenda penting ini dinantikan seluruh elemen pemuda di Cigombong sebagai momentum regenerasi kepemimpinan dan perumusan arah organisasi ke depan.
Menjelang pelaksanaan Muscam, sorotan utama diarahkan pada kualitas para kandidat yang akan bertarung. Ekspektasi publik pemuda agar kontestasi kali ini tidak sekadar perebutan posisi, melainkan adu visi, ide, dan gagasan konstruktif demi kemajuan pemuda Cigombong. Aktivis pemuda mengingatkan agar Muscam menjadi ajang politik gagasan yang substantif.
Salah satu suara yang menyoroti hal ini datang dari Muhammad Azrin, seorang Aktivis Pemuda asli Cigombong. Azrin menekankan pentingnya menghindari politik transaksional dan pragmatis yang kerap mewarnai kontestasi organisasi. Menurutnya, pemuda membutuhkan pemimpin yang memiliki peta jalan jelas dalam menghadapi tantangan era digital dan isu-isu lokal.
“Muscam ini adalah hajatan besar pemuda Cigombong. Kami berharap semua kandidat dapat menempatkan Muscam sebagai mimbar ide dan gagasan. Pemuda tidak butuh janji manis atau politik transaksional, pemuda butuh blue print yang jelas tentang bagaimana KNPI akan memberdayakan pemuda, entah itu melalui skill building, advokasi kebijakan, atau pengembangan kewirausahaan,” tegas Azrin.
Azrin menambahkan bahwa seorang ketua KNPI haruslah sosok yang mampu menerjemahkan semangat persatuan pemuda menjadi program kerja nyata. Kualitas kepemimpinan harus diukur dari rekam jejak, kapasitas manajerial, dan kepekaan sosial, bukan sekadar popularitas sesaat. Dengan Muscam berbasis ide, OKP yang menjadi pemegang hak suara akan dapat memilih pemimpin yang benar-benar kompeten.
Isu-isu krusial seperti minimnya lapangan kerja, perlunya peningkatan literasi digital, dan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kearifan lokal harus menjadi materi utama yang diperdebatkan oleh para calon ketua. KNPI sebagai wadah berhimpun harus memiliki narasi yang kuat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
Oleh karena itu, setiap kandidat didorong untuk menyajikan program kerja yang inovatif dan terukur, bukan sekadar program rutin tahunan. Inilah saatnya pemuda Cigombong memiliki DPK KNPI yang benar-benar progresif, terbuka, dan inklusif terhadap seluruh potensi yang ada, tanpa memandang latar belakang organisasi atau suku.
Dengan semangat politik berbasis ide dan gagasan yang dikedepankan, diharapkan Muscam DPK KNPI Cigombong akan menghasilkan pemimpin yang legitimasinya kuat, memiliki visi jangka panjang, dan mampu membawa organisasi ini ke level yang lebih berdampak positif bagi seluruh pemuda dan masyarakat Cigombong.





