BOGOR (Lead.co.id) – Setiap malam purnama ada yang ramai di Katumbiri Resort Jalan Cagak Cijeruk No.26, Cibalung, Kec. Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti malam ini (Sabtu, 28 Oktober 2023) tampak suasana malam terasa lebih berwarna di Bale Motekar tempat perhelatan seni budaya dilaksanakan.
Kegiatan budaya “Nyawang Bulan” memasuki edisi ke-7, dimulai sejak pukul 19.00 Wib hingga tengah malam. Kegiatan yang dilaksanakan dwi bulanan saat bulan purnama bersinar sempurna ini menjadi oase budaya di tengah pergumulan sosial politik yang kian memuncak, menjadi mata air kultural yang menggali dan mengkaji nilai-nilai dan bentuk kearifan lokal Nusantara melalui beragam tema dan bentuk budaya yang disajikan dalam setiap edisinya.
Nyawang bulan yang dihelat secara rutin oleh Katumbiri Resort melalui wadah Lembur Urang di Desa Cibalung yang memiliki lahan sekira 1,4 hektar dengan fasilitas 1 villa, 4 bungalow, kafe, area kemping Jati Kinasih, arena berekspresi dan edukasi seni dan aula untuk pelatihan, seminar dan lain sebagainya di Bale Motekar.
Kegiatan Nyawang Bulan ini merupakan event kultural sebagai bentuk kepedulian Katumbiri Resort untuk turut berperan serta dalam upaya menjaga dan membangun pondasi budaya yang begitu kaya dengan kearifan lokal dan kebijaksanaan nilai-nilai budaya Nusantara dalam setiap bentuknya.
Dalam edisi ke-7 Nyawang bulan katumbiri ini mengusung tema “Mengukuhkan Persatuan, Menjaga Kebersamaan” yang memang didedikasikan untuk merespon Hari Sumpah Pemuda ke-95, menghadirkan pementasan seni tradisi dari Lingkung Seni Dagiang Katumbiri, Traffic Route Band dan yang istimewa adalah hadirnya pertunjukan musik dan tari dari siswa Sekolah Disabilitas Indonesia Bogor serta spontanitas dari siswa SDIT Birru Wattaqwa Rara Gendis.
Menggali makna sumpah pemuda melalui diskusi interaktif yang dipandu Kang Asep serta narasumber Kang Sutanandika yang memunculkan pesan untuk jangan kita terpecah belah karena urusan pilpres, “hari ini kita disatukan oleh medsos, tapi dipecah pula oleh pilpres”, kata Asep.
Pesan penting lainnya harus ada komitmen Pemuda Indonesia untuk lebih berperan penting dalam pengelolaan bangsa dan negara karena pemuda penerus bangsa.
Kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjut dengan tampilan rajah bubuka dari Lingkung Seni Dagiang Katumbiri pimpinan Kang Madun, dilanjut diskusi interaktif, pentas siswa disabilitas dan persembahan lagu dan puisi dari Heri Cokro berkolaborasi dengan permainan musik perkusi dari Kang Gola kemudian ditutup dengan renungan sambil nyawang (menatap) bulan purnama dan ditutup dengan rajah penutup serta doa bersama untuk persatuan, kedamaian dan kesejahteraan Nusantara. (Ckr03/jon)

