BOGOR (Lead.co.id) – Keterbatasan fasilitas olahraga terbuka di wilayah Bogor Selatan, khususnya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor telah menjadi perhatian bagi sejumlah pemuda.
Muhammad Azrin Nahusy, salah satu aktivis pemuda asal Bogor, menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Bogor dapat mempertimbangkan pembangunan jogging track dan pengembangan ruang publik yang inklusif bagi masyarakat setempat.
Kecamatan Cigombong memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai kawasan yang sehat dan produktif. Namun, hingga saat ini belum tersedia jalur jogging atau ruang terbuka yang dirancang khusus untuk aktivitas fisik warga. “Kami melihat banyak warga melakukan olahraga pagi di tepi jalan raya. Meski ini menunjukkan semangat positif, namun kondisi tersebut cukup berisiko dan tidak ideal dari sisi keselamatan maupun kenyamanan,” ujar Azrin.
Menurutnya, keberadaan jogging track yang aman dan representatif dapat menjadi solusi yang efektif. Selain sebagai fasilitas olahraga, jalur ini dapat difungsikan sebagai ruang interaksi sosial, area rekreasi keluarga, serta bagian dari penataan kawasan yang lebih ramah lingkungan. Dengan desain yang tepat, jogging track bisa menjadi simbol kota yang sehat dan peduli terhadap warganya.
Azrin juga mengusulkan agar pembangunan jogging track diintegrasikan dengan kawasan hijau serta infrastruktur pendukung lainnya, seperti jalur sepeda, taman bermain anak, dan penerangan jalan. Penambahan elemen-elemen tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang hidup dan mendorong partisipasi warga lintas usia dalam menjaga kebugaran.
Tak hanya dari sisi kesehatan dan sosial, pengembangan ruang publik ini juga dinilai akan berdampak pada sektor ekonomi lokal. Azrin mendorong agar pemerintah daerah turut mempertimbangkan pembangunan zona UMKM atau foodcourt yang tertata, agar para pelaku usaha kecil di Cigombong dapat memperoleh tempat berdagang yang layak, aman, dan menarik.
UMKM selama ini telah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan. Dengan adanya area khusus yang tertata rapi di sekitar ruang publik, aktivitas ekonomi warga dapat tumbuh beriringan dengan penguatan fungsi sosial dan estetika kawasan. Hal ini diyakini akan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Lebih jauh, Azrin menambahkan bahwa inisiatif pengembangan ruang publik ini juga berpotensi memperkuat citra Cigombong sebagai kawasan wisata singgah. Posisi Cigombong yang strategis—dilewati oleh wisatawan menuju Puncak dan Sukabumi—menjadi nilai tambah untuk dikembangkan. “Fasilitas publik yang menarik akan membuat wisatawan tertarik berhenti sejenak, menikmati suasana, sekaligus mendorong perputaran ekonomi warga,” katanya.
Para pemuda berharap bahwa gagasan ini dapat dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif dari generasi muda terhadap pembangunan daerah. Mereka meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan berdaya saing di tingkat lokal.
Untuk itu, sejumlah perwakilan pemuda saat ini tengah mempersiapkan dokumen usulan dan rencana permohonan audiensi kepada Bupati Bogor dan dinas-dinas terkait. Harapannya, gagasan ini dapat menjadi bagian dari prioritas perencanaan pembangunan Kabupaten Bogor, khususnya dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2026.
Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan jogging track dan kawasan UMKM di Cigombong diharapkan mampu membawa manfaat luas, baik dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, lingkungan, maupun penguatan identitas lokal. Para pemuda optimistis bahwa upaya ini akan menjadi langkah awal menuju Cigombong yang lebih tertata, inklusif, dan membanggakan.

