Site icon LEAD.co.id

Mudik Sehat, Kota Bogor Berangkatkan 15 Bus Gratis

Mudik Sehat, Mudik Kota Bogor, Mudik Gratis, Bus Gratis

BOGOR (Lead.co.id) – Sebanyak 450 penumpang mudik gratis dalam 15 bus telah diberangkatkan dari Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, pada Kamis (28/4/2022). Program Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu untuk memberikan kenyamanan saat mudik lebaran Idul Fitri 1443 H.

“Tujuannya untuk mengurangi masyarakat yang mudik menggunakan sepeda motor. Tadi kelihatan kosong, bukan karena sepi, tapi kita masih gunakan jaga jarak,” kata Inspektur Jenderal Kemenhub, Gede Pasek Suardika usai melepas mudik gratis.

Menurut dia, mudik gratis yang difasilitasi diharapkan dapat jadi alternatif aman dan nyaman bagi masyarakat, sehingga ke depan berinisiatif tidak lagi berniat menggunakan sepeda motor.

Kemenhub, kata dia, telah menyediakan angkutan motor bagi pemudik menggunakan kereta api dan fasilitas yang disediakan lain, agar memberi contoh mudik sehat, selamat sampai tujuan.

Gede menyampaikan meskipun dari prediksi 85,5 juta orang akan melakukan mudik Lebaran 2022, sementara fasilitas mudik gratis hanya sekitar 20.000 orang. Menurutnya, pemerintah telah berupaya memberikan contoh mudik yang aman bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang ikut melepas bus mudik gratis berterima kasih kepada Kemenhub yang sudah memfasilitasi kendaraan gratis kepada masyarakat. Pasalnya, angka kecelakaan lalu lintas tertinggi disebabkan oleh kendaraan roda dua.

“Tujuan dari kementerian untuk mengurangi risiko kecelakaan kendaraan roda dua itu, sangat kita apresiasi. Mudah-mudahan jadi pembelajaran bagi semua bahwa pemerintah betul – betul memperhatikan,” kata Dedie.

Dengan model program seperti itu, kata Dedie, akan menjadi contoh metode mudik yang aman bagi masyarakat, meskipun sebenarnya tidak ada kewajiban langsung bagi pemerintah untuk menggratiskan ongkos perjalanan mudik.

“Tetapi model ini bisa di replikasi masyarakat. Tujuan utamanya mudik sehat dan mudik selamat itu tercapai,” ungkap Dedie.

Survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan memperkirakan tahun ini ada 85,5 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran, dan 47 persen di antaranya melalui jalur darat.

Gede Pasek mengakui, secara persentase memang belum terlihat perubahan yang signifikan dalam hal pengurangan volume kendaraan, jika dibandingkan dengan angka dari sumber penelitian, belum sebanding dengan masyarakat yang ditampung dalam program mudik gratis ini.

“Tetapi, minimal pemerintah sudah memberikan suatu perhatian edukasi kepada masyarakat supaya tidak menggunakan motor, tapi gunakan kendaraan umum,” ujar Gede.

Pemerintah, kata dia, telah memastikan armada yang menjadi pengangkut para pemudik juga dalam kondisi layak jalan, sehingga membuat masyarakat menjadi aman dan tenang dalam melakukan perjalanan mudik ke daerahnya masing – masing.

“Kami bersama kepolisian selalu intens melakukan ramp check. Memastikan kendaraan layak jalan. Tadi sebelum berangkat mereka dicek. Tidak hanya kendaraannya, tapi pengemudinya juga kita cek. Untuk memastikan dia sehat,” jelas Gede.

Exit mobile version