Site icon LEAD.co.id

PA GMNI Sampaikan Stagnasi Pelayanan Publik saat Audiensi dengan Pemkot Bogor

BOGOR (Lead.co.id) – Dewan Pengurus Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Kota Bogor menggelar audiensi resmi bersama Pemerintah Kota Bogor yang dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Audiensi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kepengurusan DPC PA GMNI Kota Bogor periode 2026–2031 sekaligus menyampaikan hasil survei dan kajian ilmiah terkait pelayanan publik serta isu sosial kontemporer di Kota Bogor.

Kegiatan diawali dan dibuka secara resmi oleh Ketua DPC PA GMNI Kota Bogor, Yustinus Elyas Mou (Bung Timor). Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa audiensi ini dilaksanakan selain sebagai ajang silaturahmi kepengurusan baru, juga sebagai wujud komitmen alumni GMNI dalam memberikan masukan strategis berbasis data komprehensif demi kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Kota Bogor.

Selanjutnya, Sekretaris DPC PA GMNI Kota Bogor, Didin Indra Saputra, melanjutkan pemaparan dengan menjelaskan latar belakang serta relevansi organisasi sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah daerah. Beliau menegaskan pentingnya penyelarasan arah pembangunan daerah agar lebih responsif terhadap dinamika serta desakan kebutuhan empiris warga.

Sesi utama pemaparan temuan lapangan disajikan secara langsung oleh Ketua Harian DPC PA GMNI Kota Bogor, Fera Priyatna. Dalam paparan materi berbasis PowerPoint, dipaparkan hasil Survei Isu Sosial Kontemporer Kota Bogor yang dilaksanakan pada 25 Mei hingga 6 Juni 2026 terhadap 440 responden di 6 kecamatan. Hasil pemantauan tersebut menunjukkan adanya stagnasi pelayanan, di mana sebanyak 41,82% warga menilai tidak ada perubahan signifikan dan 46,82% responden menilai kinerja kolektif pimpinan daerah “biasa saja”.

Dalam kesempatan tersebut, DPC PA GMNI Kota Bogor menyoroti 4 (empat) klaster isu utama:

  1. Sektor Ekologis & Lingkungan (Perda No. 6/2019): Sorotan terhadap krisis Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dikeluhkan oleh 66,82% warga dan masalah armada pengangkutan sampah (44,55%), serta mendorong kejelasan timeline pembangunan PSEL di Kayumanis yang didukung oleh 65,45% warga.
  2. Sektor Kesehatan (Perda No. 11/2018): Mendesak re-alokasi anggaran untuk perbaikan Puskesmas (diprioritaskan oleh 59,09% warga) mencakup penambahan dokter, alat kesehatan, dan fasilitas rawat inap.
  3. Sektor Pendidikan (Perda No. 2/2015): Penambahan gedung SMP/SMA Negeri baru (30,91%) untuk mengatasi blank spot sistem zonasi PPDB serta pemberian bantuan perlengkapan sekolah gratis (37,27%).
  4. Sektor Tata Ruang & Transportasi (Perda No. 6/2021): Mendorong keterbukaan informasi RTRW (karena 65,45% warga belum tahu), penyediaan ruang kreatif non-komersial (56,59%), dan ketegasan penyelesaian rerouting angkot.

Tanggapan dan Apresiasi Wali Kota Bogor
Menanggapi pemaparan tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan apresiasi yang sangat luar biasa dan menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata serta masukan berbasis data survei mandiri yang disajikan oleh alumni GMNI Kota Bogor.
Wali Kota menyampaikan bahwa temuan dan masukan ini menjadi langkah konkret bagi Pemerintah Kota Bogor dalam pemantapan rencana-rencana strategis yang akan dilaksanakan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Kota Bogor.

Terkait isu transportasi publik dan angkot, Wali Kota menyoroti bahwa temuan survei ini memberikan gambaran objektif mengenai tingkat kepuasan dan ekspektasi masyarakat. Hasil data survei ini akan dijadikan rujukan evaluasi sekaligus pemantik untuk terus membenahi dan memaksimalkan pembenahan moda transportasi massal di Kota Bogor.

Melalui audiensi ini, DPC PA GMNI Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk terus menjalin sinergi strategis dan taktis dalam mengawal pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Exit mobile version