LEAD.ci.id | Relawan dari Komite Penggerak Nawacita (KPN) Peduli Bencana terus mendampingi warga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Jabodetabek, Bogor dan Lebak (Banten). Kegiatan mereka terpusat di Posko pengungsian KPN Peduli Bencana, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Laporan tim LEAD.co.id menyebutkan, mereka mendistribusikan bantuan logistik secara berkala, juga memberikan pendampingan pendidikan dan trauma healing untuk menghilangkan trauma pada anak anak terdampak bencana.
Diketahui, musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi pada beberapa pekan lalu tidak hanya menghilangkan harta benda, namun juga trauma dan kekhawatiran adanya bencana susulan. Maka, trauma healing kepada warga terdampak bencana perlu menjadi perhatian, khususnya bagi lansia, anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.
“Trauma healing sebagai upaya untuk mengobati rasa trauma atas bencana yang melanda para korban yang terdampak,” terang Koordinator KPN Peduli Bencana, M. Januar Firmansyah kepada redaksi LEAD.co.id, Senin (20/1/2020).
Dirinya mengungkapkan, pada tanggal 18 Januari 2020, relawan KPN mengunjungi posko pengungsian di Kampung Cipugur, Desa Cileuksa Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Daerah ini merupakan lokasi terdampak yang sangat parah, bahkan akses menuju lokasi pun baru bisa dibuka.
” Sempat terisolasi karena akses jalan menuju desa tersebut putus akibat material longsor, oleh karenanya peristiwa itu sangat berdampak pada psikologi anak-anak,” kata relawan KPN, Wignyo Prasetyo.
Menurut dia, melihat kondisi saat ini dan kedepannya, perlu ada pendekatan khusus dalam memperbaiki psikologis korban terdampak bencana dengan memberikan pengetahuan tentang bencana dan membangkitkan semangat untuk menjalani aktivitas yang normal.
“Di awal itu ada pendistribusian makanan, alat kesehatan, dan tenda penampungan. Memang itu bantuan fisik, tapi juga bisa membantu masyarakat secara psikologis,” pungkas Wignyo.
Pendekatan Psychological First Aid
Selain di Desa Cileuksa, KPN jug melakukan kegiatan serupa di daerah Kecamatan Jasinga, Bogor dan Desa Mayak, Lebak (Banten). Mereka memberikan donasi perlengkapan sekolah (School Kit), juga pendampingan melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA) bagi warga terdampak bencana.
“PFA itu intinya mendengarkan tapi tidak banyak bertanya. Intinya memberi ruang untuk menyampaikan rasa takut,” ujar Perwakilan KPN di Kec. Jasinga, Siti Nuraeni.
Trauma healing yang di lakukan KPN untuk anak anak terdampak bencana ini diisi dengan fun, belajar dan berkomunikasi dengan para mentor dari Relawan KPN. Para Mentor juga mengedukasi tentang informasi bencana atau informasi bantuan. (Red)

