Air merupakan sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup yang hidup di dunia baik bagi makhluk manusia ataupun yang lainnya. Desa Ciasihan merupakan salah satu desa yang penyediaan airnya sangat melimpah karena bersumber langsung dari air gunung dan mata air yang ada di sekitar Desa ini. Salah satu pusat perairan yang ada di desa ini yaitu di Desa Ciputri.
Terdapat satu tempat pemandian dan sumber air di desa ciputri ini yang disebut dengan 7 Pancuran Air Ciputri. Pancuran ini dianggap sebagai tempat yang membawa berkah kepada masyarakat sekitar karena memiliki nilai keberkahan yang sangat melimpah.
Sehingga, banyak para masyarakat dan orang dari luar Desa ini melakukan semacam ritual agar hajat dan keinginan yang mereka inginkan dapat terwujud dengan keberkahan pemandian ini.
Mengapa Dinamakan 7 Pancuran ?
Dinamakan 7 Pancuran Ciputri karena 7 Pancuran itu tidak pernah mengalami kekeringan selama 7 hari dan terdapat 7 aliran yang secara alami ada di tempat pemandian ini. Sehingga, masyarakat sekitar memiliki sugesti bahwa tujuh Pancuran ini merupakan Pancuran keramat yang diberikan oleh alam untuk sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
Air yang sangat jernih dan bersih pada Pancuran ini juga dijadikan sebagai hal yang unik dan mengesankan bagi masyarakat sekitar. Sekalipun di tempat hujan sebesar apapun di daerah ini air yang ada di sekitar Pancuran ini tidak pernah mengalami keruh, bahkan dasar tempat penampungan air ini dapat terlihat dari atas karena saking jernihnya air tersebut padahal masyarakat sekitar pun menaruh ikan di situ untuk dibudidaya akan tetapi airnya tidak sama sekali keruh.
Pemandian 7 pancuran ciputri ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi dingin nya air pegunungan yang membuat badan menjadi sangat segar.
HTM dan Fasilitas
Untuk tiket masuk ke pemandian ini sebesar 25.000 sekaligus biaya parkir roda dua dan roda empat. Di samping pemandian, terdapat aula untuk ruang istirahat dan mengganti pakaian sehabis mandi.
Aula tersebut dilengkapi dengan peralatan dapur, peralatan tidur dan Televisi. Sehingga sangat cocok untuk tempat peristirahatan bagi anggota keluarga sambil menikmati pemandangan alam sekitar.
Penulis: Hafizh Syah Putro, KKN 069 UIN Jakarta
Tempat: Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat





