Site icon LEAD.co.id

Pembenahan YBHB Bogor untuk Lebih Baik

Pembenahan YBHB, YBHB Bogor, YBHB Lebih Baik, Ace Sumanta

Oleh: Rd Ace Sumanta

Banyak perkumpulan, asosiasi, forum maupun aliansi seniman budayawan di Bogor. Berbeda dengan Yayasan Budaya Hanjuang Bodas Bogor disingkat YBHB Bogor yang dibentuk dan berdiri sejak tahun 1982 dan mulai efektif sejak 15 Mei 1983.

Waktu itu, para inohong, tokoh Bogor yang juga pencinta, praktisi, pemerhati budaya, sastrawan, jurnalis, akademisi, pejabat hingga politisi. Sebut saja Dewan Pendiri sekaligus pengurus/ awak Yayasan Budaya Hanjuang Bodas seperti oleh Letjend Purn Sederajat Nataatmadja (Bupati Bogor) bertindak sebagai Pembina YBHB.

Ketua YBHB hingga meninggalnya adalah H Eman Sulaiman, karyawan RRI Bogor, pelukis, pegiat drama di Bogor juga pendiri Teater Angkasa di RRI Bogor, sejarahwan Bogor dan penulis produktif untuk Tabloid Sunda Urang, penulis skenario film, naskah drama, koleksi barang-barang seni antik lawas. Buku yang sudah diterbitkan di antaranya: Buku Toponimi Bogor (Cetakan terakhir 2003), Spiritualitas Sunda (2015), Mapay Raratan Sajarah Bogor (2015), Dokumentasi Sunda Urang (kumpulan tulisan/2015).

Sekretaris waktu itu, Drs. Dedy Roamer Ps selaku dosen (Unpak dan UIKA Bogor) yang juga penulis artikel lepas berbagai media massa hingga penulis sastra dan dewan juri. Adenan Taufik selaku budayawan, pelukis pendiri Sanggar Bogor sejak 1955 praktisi seni, artistik film waktu itu dan penggali sejarah Bogor.

H Endang Kosasih sebagai dokumenter cerita pantun, aktivis, Ketua DPC P3, Ketua DPRD Kabupaten Bogor hingga Anggota DPR RI. Tien Rostini Asikin (Ma Ageung) praktisi seni, Ibu Seniman, pendiri/ pembina Sanggar Palataran Pakuan Pajajaran, pengurus IPSI, hingga menjadi Dewan Pembina KTR sekaligus ibu peduli sosial yang kediamannya banyak dikunjungi para pejabat daerah dan nasional.

Ki Marko (Komarudin Sp) wartawan, PNS di Dinas Pendidikan Kota Bogor, pelukis juga pegiat serta pengumpul dokumentasi foto-foto lawas. Inotji Hajatullah, sebagai pustakawan, pembicara, penulis artikel sejarah, penulis Buku Toponimi Bogor bersama Eman Sulaeman. Hj. Euis Kurniasih Hidayat profesi juri mojang jajaka, politisi (pernah duduk sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bogor selama dua periode), pembicara khusus ibu dan anak juga ketua lembaga perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Bogor serta pendiri banyak lembaga pendidikan, perkumpulan sosial juga organisasi gender/ peranan wanita.

Mereka para inohong Bogor sepakat dan bersama-sama menjalankan tugas dan fungsinya hingga akhir hayat mereka. Adapun pendiri dan pengurus yang masih ada (hidup) adalah H. Euis Kurniasih Hidayat dan Drs. Dedy Roamer Ps.

Setelah wafatnya H. Eman Sulaeman (Abah Eman) 28 Juni 2021, mengalami kevakuman dan ruangan diisi untuk kegiatan seni budaya kecil dan kumpul. Patut diketahui saya sempat dikasih foto kopi Akta Notaris Yayasan Budaya Hanjuang Bodas awal sejak 20 tahun lalu. Tentu seiring zaman dan waktu bahwa foto kopi Akta Notaris tersebut entah dimana menyimpan tertumpuk dengan ribuan dokumen pribadi yang tersimpan di Rumah Baca Sanggar Yayasan Satya Citra Indonesia (pendiridan pemilik Ace Sumanta).

Maka untuk tetap berjalan yayasan budaya sebelum wafatnya Abah Eman, Akta Notaris Pembaharuan/ pendirian yaitu Yayasan Budaya Hanjuang Bodas oleh Notaris Fatimah Rista Kusuma, SH. M.Kn. Nomor 94 pada tanggal, 20 Mei 2019 dengan Nomor AHU/Menkumham RI No. 0007757. AH. 01. 04. Tahun 2019 dengan komposisi kepengurusan: Sudrajat Nataatmadja (Ketua Dewan Pembina), Hj. Euis Kurniasih (Anggota Pembina), Eman Sulaeman (Ketua Umum YBHB), Sehan Lutfi (Sekretaris), Titin Qoriawati (Bendahara) dan Angga Mawantien, BA (Pengawas).

Seiring waktu dan untuk tetap eksistensi serta kiprah Yayasan Budaya Hanjuang Bodas di Bogor, maka Dewan Pendiri dan sekaligus pembina yang masih ada ibu Hj. Euis Kurniasih mengundang para tokoh dan praktisi seni budaya yang siap untuk melanjutkan kiprah dan marwah para pendiri dan penggagas waktu itu, karena semuanya pendiri awal sudah wafat kecuali yang masih ada dan hidup adalah H. Euis Kurniasih dan Drs. Dedy Roamer Ps.

Hj. Euis Kurniasih mengontak kolega dan beberapa tokoh yang mampu menjalankan fungsi dan tugasnya. Maka, Sabtu, 6 November 2021 mulai pukul 12.00 hingga selesai tersusun sebagian penerima Mandat yaitu Ace Sumanta dan Angga Mawantien. Dengan susunan jabatan adalah Ace Sumanta (Ketua), Angga Mawantien (Wakil Ketua).

Untuk menghemat waktu maka pada hari dan tanggal tersebut juga dibentuk langsung dengan orang-orang yang hadir saat itu dengan komposisi yaitu Rida Nurdiani, S.Pd (Sekretaris), Ferawati (Wakil Sekretaris), Hj. Tinni Sumartini (Bendahara) Alfi (Wakil Bendahara) Alfi mengundurkan diri belakangan ditunjuk Bu Yeni.

Menurut penerima Mandat yaitu Ace Sumanta dan Angga Mawantien, diundang banyak tokoh budaya untuk urun rembug dan berkiprah lebih luas dengan cakupan seni budaya. Tidak hanya satu kali namun beberapa kali pertemuan dengan tempat rapat juga berbeda-beda hingga menghasilkan rumusan program dan Penetapan AD-ART.

Maka, hari Minggu, 22 Januari ditetapkan saat pleno diperluas dengan menghasilkan AD-ART, program kerja juga kepengurusan hasil saringan sesuai kebutuhan yang dihadiri Atep Budiman S, STP. MM., Uci Sanusi (Kasi Kesenian-Disbudpar) dan Agus Sugianto (Kasi CB Disbudpar) Kota Bogor. Para calon pengurus hadir sesuai undangan.

Pada tanggal, 22 Januari 2022 Kepala Disbudpar, Atep Budiman hadir dan membuka acara atas nama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Bantuan dan dukungan Wakil Wali Kota Bogor sangat terasa untuk perkembangan dan kemajuan kesenian dan kebudayaan di Bogor, khususnya di Kota Bogor.

Sudah final para pengurus dengan adanya sidang pleno. AD-ART juga ditetapkan tinggal menunggu pelantikan. Saya sebagai Ketua Umum Yayasan Budaya Hanjuang Bodas hasil mandat dari Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina Hj. Euis Kurniasih Hidayat dan Saksi Pendiri sekaligus Sekretaris Pendiri Drs. Dedy Roamer Ps.

Setelah penetapan pleno dan menunggu program kerja dari masing-masing komisi untuk dilaporkan ke Pemerintah Daerah melalui dinas terkait dalam hal ini Disparbud Kota Bogor, masih ada saja yang tidak puas dan mempertanyakan banyak hal. Dengan demikian Pendiri dan Pembina mengundang secara terbuka di WA grup YBHB Bogor, pihak yang tidak puas satu pun tidak ada yang hadir. Padahal sangat bagus dan elok jika hadir dan bertanya langsung kepada yang memberikan mandat. Minimal bisa diskusi dan sharing sehingga semua pihak bisa kembali kepada tugas pokok dan fungsinya.

Sebelumnya, Ketua Umum Yayasan Budaya Hanjuang Bodas sudah menyerap dan merekap sesuai dengan program yang sudah siap dilaksanakan dalam waktu dekat yaitu:

1. Pementasan Drama baik untuk acara Stadium General tentang kebudayaan di Pemda Kabupaten Bogor

2. Pementasan Drama Maling Sendal di Gedung Kemuning Gading Kota Bogor

3. Festival Sastra Anak Bangsa yaitu Lomba Baca Puisi dan Lomba Musikalisasi Puisi untuk pelajar SLTP dan SLTA se-Bogor

4. Festival Tari Tradisional.

Semua itu dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor ke-540 tahun dan Menyambut Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77 tahun 2022

Halal Bihalal upaya Merapatkan Barisan

Sebagaimana yang dilansir dalam undangan terbuka, upaya menyatukan sikap dan tekad guna Yayasan Budaya Hanjuang Bodas Bogor lebih maju melalui Halal Bihalal semua persoalan bisa diselesaikan dan diluruskan. Dewan Pembina dengan tanginas hadir bahkan menyiapkan nasi liwet untuk seluruh peserta. Sungguh luar biasa.

Kami sangat mengapresiasi motivasi dan dedikasi beliau untuk kemajuan seni budaya. Dengan program tadi beliau sangat setuju dan tetap kerja sama. Juga pesan dalam acara Halal Bihalal sekaligus pemantapan program yang lebih efektif dengan tidak terlalu gemuk kepengurusan. Hal tersebut harus ada acuan yang mendasar dan terukur. Beliau pun meminta agar dalam jajaran Ketua juga masuk gender alias penempatan perempuan dan beberapa perubahan secara efektif dan efisien.

Tentu yang bu Hj. Euis tekankan agar hati-hati dalam menempatkan orang yang duduk di Yayasan Budaya Hanjuang Bodas sehingga agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terukur sesuai kapasitasnya. Sampai masalah admin grup pun ibu Hj. Euis menentukan cukup tiga orang saja yaitu beliau sendiri, Ace Sumanta dan Angga Mawantin sesuai dengan mandatnya. Tentu saja dalam pertemuan mendatang yang menandatangani undangan adalah Dewan Pendiri/Pembina.

 

Penulis adalah, budayawan, sastrawan yang sekaligus Ketua Umum YBHB Bogor hasil mandat Dewan Pendiri/pembina

Exit mobile version