Pemerintah Gali Mayat Angel: Ikon Gerakan Protes Kudeta Myanmar

0
Myanmar, Angel, Kyal Sin, Ikon Gerakan, Protes, Kudeta Myanmar
Warga Myanmar menghadiri pemakaman Angel (kyal Sin), yang tewas ditembak pasukan Mynamar, 4 Maret 2021.

LEAD.co.id | Pemerintah Myanmar melakukan pemeriksaan dengan menggali mayat Kyal Sin alias Angel (19) yang ditembak mati dengan mengenakan kaos bertuliskan “Everything will be OK”. Kyal Sin telah menjadi ikon gerakan protes Kudeta Myanmar.

Jenazah Kyal Sin telah digali pada hari Jumat (5/3) oleh tim di bawah penjagaan polisi dan militer. Warga mengungkapkan, makam itu telah disegel dengan semen baru, sepatu bot karet dan sarung tangan, serta gaun bedah plastik mengotori situs tersebut.

MRTV, televisi milik pemerintah mengatakan bahwa polisi, hakim, dan dokter telah menggali jenazah dan melakukan penyelidikan bedah.

Baca :  Ribuan Warga Myanmar Tuntut Pembebasan Suu Kyi

Mereka menemukan luka tembus di belakang kepala dan sepotong timah berukuran 1,2 cm kali 0,7 cm di otak dan dikatakan berbeda dengan ujung peluru yang digunakan polisi.

TV pemerintah mengatakan, polisi berhadapan langsung dengan para pengunjuk rasa dan luka di bagian belakang kepala dan objek yang membunuh Kyal Sin dapat ditembakkan dari senjata dengan peluru kaliber 38.

“Oleh karena itu, dapat diasumsikan bahwa mereka yang tidak menginginkan stabilitas melakukan pembunuhan,” kata MRTV seperti dikutip Reuters pada Sabtu (6/3/2021).

Kyal Sin, yang dikenal sebagai Angel, meninggal pada Rabu (3/3) akibat tembakan di kepala ketika pengunjuk rasa mendapat kecaman dari pasukan keamanan yang mencoba untuk mengakhiri demonstrasi menentang kudeta 1 Februari.

Baca :  Kudeta Myanmar: Aktivis Serukan Pembangkangan Sipil

Penggalian Kyal Sin telah membawa kemarahan baru dari para penentang kudeta, yang menuduh junta mencoba menyembunyikan fakta bahwa dia dibunuh oleh pasukan mereka.

Penentang kudeta menggambarkan, penggalian itu sebagai penghinaan lebih lanjut terhadap Kyal Sin dan keluarganya, dengan maksud memberikan laporan palsu tentang apa yang terjadi.

TV pemerintah Myanmar mengklaim pihak berwenang telah meminta izin keluarga untuk menggali jenazah.

Kyal Sin termasuk di antara 38 orang yang tewas pada Rabu (3/), hari paling berdarah sejauh ini dalam upaya pasukan keamanan untuk menghentikan protes terhadap kudeta yang telah memicu demonstrasi selama satu bulan lebih.

Baca :  Dituding Dukung Kudeta, Warga Myanmar Demo Kedutaan Indonesia

Militer mengatakan telah menahan penggunaan kekuatan, tetapi tidak akan membiarkan protes mengancam stabilitas.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here