BOGOR (Lead.co.id) – Usai terjadi bencana tanah longsor beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini fokus pada mitigasi bencana dan penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, penanganan jangka pendek dilakukan dengan pemberian bantuan sewa rumah untuk tiga bulan, untuk jangka panjang yaitu merelokasi korban dengan membangunkan rumah yang layak di lokasi aman bencana.
“Hari ini kami serahkan bantuan keuangan kepada para korban bencana, dari Dinsos sebesar Rp 15 juta per orang, dan dari Baznas Kabupaten Bogor sebesar Rp 5 juta per orang dan uang sewa rumah untuk tiga bulan kedepan,” kata Iwan saat meninjau lokasi longsor di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, pada Senin (23/5/2022).
Dia menambahkan, Pemkab Bogor juga akan segera merelokasi para korban bencana. Selanjutnya, dilakukan pembangunan rumah dengan anggaran Rp 62 juta melalui dana Bantuan Tidak Terduga (BTT).
“Kita bagi tugas Kades, Camat dan Danramil untuk menangani bencana alam ini, dan untuk merelokasi, kami ada tim teknis dari BPBD yang sudah terlatih dalam melakukan mitigasi kelayakan tempat relokasi,” kata Iwan.
Sumber Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, peristiwa longsor di Cijeruk itu terjadi saat hujan lebat dan kondisi struktur tanah yang labil pada Sabtu (21/5) pukul 18.10 WIB.
Akibat bencana itu, sebanyak empat orang korban tertimbun longsoran yaitu Eneng (25), Uum (70), Duduk (43), dan Nafis (4). Keempat korban itu ditemukan meninggal dunia.
Adapun kerugian materil akibat peristiwa itu adalah dua unit rumah milik korban dan tetangganya mengalami rusak berat.
Pasca bencana, kata Iwan, mitigasi merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi dan meminimalisir bencana alam. Untuk itu, dia meminta BPBD untuk melakukan mitigasi di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Masyarakat harus diedukasi bagaimana mitigasi bencana, lokasi mana saja yang rawan bencana sehingga bencana bisa diantisipasi melalui mitigasi bencana,” kata Iwan.
Selain itu, dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi di Kabupaten Bogor.

