BOGOR (Lead.co.id) – Pagi di Citeureup biasanya riuh oleh suara motor pekerja dan pedagang yang membuka lapak. Tapi Senin (11/8/2025) itu, ada pemandangan berbeda di jalan kecil menuju Desa Karang Asem Timur. Sebuah mobil bak terbuka melaju pelan, di belakangnya tersusun kursi roda baru, mengilap di bawah cahaya matahari.
Di kabin depan, Suhendra dari GP Ansor Citeureup tersenyum sambil bercerita pada rekannya. Di bak belakang, beberapa anggota Banser dan Abdul Azis Al Gifari dari Pemuda KNPI Citeureup duduk berjajar, memegang erat pegangan kursi roda agar tak terguncang. Mereka tahu, setiap kursi roda itu adalah harapan yang sedang diantar.
Rumah pertama yang mereka singgahi sederhana, berdinding papan. Seorang ibu menyambut dengan mata berbinar, sementara putranya—yang sejak kecil kesulitan berjalan—menatap kursi roda itu seolah mimpi baru saja datang. “Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar sampai dan bermanfaat,” kata Suhendra sambil membantu anak itu duduk.
Perjalanan berlanjut ke Desa Tarikolot. Tak ada panggung, tak ada kamera besar, hanya tatapan penuh rasa terima kasih dari para penerima. Mereka saling berjabat tangan, menepuk bahu, dan tersenyum. Tagline yang mereka bawa “Pemuda Peduli Lingkungan, Pemuda Peduli Sesama”, bukan sekadar slogan. Hari itu, kalimat itu menjadi nyata.
Dan di setiap tawa dan air mata kecil yang muncul, para pemuda itu tahu: mereka tak hanya mengantarkan kursi roda, tapi juga keyakinan bahwa di Citeureup, tak seorang pun berjalan sendirian.





