Penanganan Pengguna Tramadol Dipertanyakan: Penindakan Harus Jadi Prioritas

oleh -50 views
Polres Bogor, Jaringan, Sabu, Aceh
Barang bukti berupa Narkotika jenis Sabu yang diamankan oleh Sat Narkoba Polres Bogor

BOGOR (Lead.co.id) – Banyaknya pengguna Tramadol yang diarahkan mengikuti rehabilitasi dengan biaya tinggi dipertanyakan. Di sisi lain, peredaran obat tersebut masih terus terjadi.

Ketua JANGKAR, Raden Ahmad Faiz, menilai pendekatan terhadap penyalahgunaan Tramadol harus lebih berimbang. Menurutnya, pengguna yang mengalami ketergantungan pada dasarnya juga membutuhkan pertolongan, namun upaya pemberantasan seharusnya lebih difokuskan pada bandar dan jaringan yang memperoleh keuntungan dari bisnis obat keras ilegal.

“Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan justru dibebani biaya rehabilitasi yang tinggi, sementara para pengedar dan pemasok masih leluasa menjalankan bisnisnya. Negara harus memprioritaskan pemutusan rantai peredaran, bukan hanya menangani dampaknya,” ujar Faiz.

Baca :  Polisi Ungkap 18 Kasus Narkoba di Kota Bogor, 23 Orang Diamankan

JANKAR juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengevaluasi sistem penanganan penyalahgunaan Tramadol agar rehabilitasi benar-benar dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan dan tidak menjadi beban yang memberatkan.

Selain itu, JANKAR mendesak aparat memperkuat penindakan terhadap jaringan distribusi Tramadol ilegal, termasuk mengusut pemasok, bandar, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredarannya sesuai ketentuan hukum.

“Selama pengedar dan aktor utama tidak ditindak tegas, penyalahgunaan Tramadol akan terus berulang. Pemberantasan harus dimulai dari hulunya, bukan hanya berfokus pada korban di hilir,” tutup Faiz.