Site icon LEAD.co.id

Penghargaan IRRI untuk Kesuksesan Swasembada Beras Indonesia

Presiden Jokowi, Penghargaan IRRI, IRRI, Swasembada Beras

Direktur Jenderal IRRI, Jean Balie saat menyerahkan penghargaan kepada Presiden Jokowi [File: BPMI Setpres via Setkab]

Oleh: Apendi Arsyad

Saya menyimak jalannya acara pemberian penghargaan Lembaga Pangan Dunia dari International Rice Research Institute (IRRI) dan FAO atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan-beras (Rice self Sufficiency and Resiliensi), Ahad 14 Agustus 2022, bertempat di istana negara, Jakarta.

Saya mendengar dan menyimak pidato atau sambutan dari Rektor IPB University Bogor, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia-Timor Leste, Direktur IRRI, dan terakhir dari bapak Presiden RI.

Saya menyimak isi pidato para petinggi FAO dan IRRI, begitu bersemangat, mendukung kemitraan, mengapresiasi atas keberhasilan Pemerintah Indonesia (disebut berkali-kali nama bapak Joko Widodo) dalam menjalankan program ketahanan pangan (food security) di Indonesia, terutama kecukupan pangan-beras sebagai bahan kebutuhan pokok.

Alhamdulillah, dunia Pertanian Indonesia dalam sistem ketahanan dan kedaulatan pangan, telah sukses mencapai Swasembada Beras.

Selamat buat bapak Presiden RI, Joko Widodo, bapak Mentan RI, Bapak Rektor IPB University dan banyak lagi pihak-pihak yang lain atas kolaborasi dan sinerginya, yang membantu, mendukung dan bekerja keras untuk keberhasilan Indonesia, terutama menghadapi berbagai ancaman di masa pandemi Covid 19, climate change dan perang Rusia-Ukrania di era destrupsi, yang berpotensi besar menghambat kelangsungan sistem produksi dan distribusi pangan dunia.

Subhanallah, Indonesia terhindar dari ancaman kelangkaan pangan (food scarcity) tersebut. Alhamdulillah, Indonesia juga telah memberikan kontribusi positif dan solusi nyata bagi kecukupan pangan Indonesia dan masyarakat dunia. Hal ini sangat berarti bagi masyarakat Indonesia yang berpenduduk terbesar ke-4 di dunia (lk 240 juta), dengan makanan pokoknya mayoritas sangat tergantung pada ketersediaan beras.

Tidak begitu sulit kita membayangkan, sejumlah resiko apa, yang kemungkinan akan bisa terjadi, jika kelangkaan beras terjadi di Indonesia. Karena beras sebagai komoditas strategis bagi rakyat Indonesia, maka beras selain penentu inflasi yg tinggi, maka beras secara otomatis kemungkinan selain komoditas ekonomi, bisa juga menjadi komoditas “politik” yang menyebabkan kegoncangan stabilitas politik dan pemerintahan serta bahkan bisa mengganggu ketahanan nasional.

Selamat juga secara khusus buat Prof Dr Arif Satria, SP, MSi, Rektor IPB University dan juga Ketua Umum MPP ICMI yang diberi kesempatan berpidato di istana negara Jakarta, dihadiri dan dihadapan Presiden RI bapak Ir H Joko Widodo, Ketua Perwakilan FAO, Kepala IRRI, Mentan RI beserta para Menteri lainnya dan para pejabat K/L negara, serta pimpinan organisasi profesi dan stakeholders pertanian Indonesia lainnya.

Isi pidatonya Prof Arif Satria saya dengar dan simak sangat mengapresiasi atas usaha-usaha Pemerintah RI dalam membangun sektor pertanian, dan sungguh membanggakan kita, kontennya bernas, menginspirasi dan mencerahkan untuk kelancaran proses transformasi pembangunan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture development) untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan energi untuk generasi kini dan mendatang di Indonesia.

Prestasi pembangunan sektor pertanian Indonesia sungguh mengembirakan, membanggakan, kita syukuri kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Patut pula kita berikan appresiasi dan membahagiakan atas diterimanya penghargaan berupa sertifikat dari Lembaga Riset Pangan (beras) yang ternama dunia (IRRI disupport FAO) kepada Presiden RI bpk Ir H Joko Widodo atas kepemimpinannya, sukses memajukan sektor pertanian Indonesia, terutama untuk peningkatan produksi komoditas beras.

Alhamdulillah selama 3 tahun terakhir, era pandemi bisa mencapai swasembada beras (rice self sufficiency and resiliensi), dan tidak impor lagi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT senantiasa memberkahi rakyat, bangsa dan NKRI, Aamiin YRA.

Selamat juga buat para petani Indonesia, yang telah berjibaku sebagai produsen yg baik untuk memenuhi kebutuhan dan kecukupan pangan-beras bagi masyarakat Indonesia, bahkan berkontribusi pada kebutuhan pangan dunia. Syukron dan barakallah. Aamiin YRA.

Penulis adalah Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pendiri-Wasek Wankar ICMI Pusat, dan Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor

Exit mobile version