Site icon LEAD.co.id

Pengunjung Keluhkan Bobroknya Pengelolaan Wisata Alam Gunung Pancar

LEAD.co.id | Pengunjung wisata alam Gunung Pancar mengeluh adanya oknum-oknum yang memeras sehingga mengganggu kenyamanan. Berbeda dengan kondisi tiga tahun lalu, wisata alam tersebut kini telah disulap dengan beragam spot wisata.

“Awalnya saya pikir keadaan wisata alam gunung pancar masih sama 3 tahun lalu. dimana semua pengujung hanya membayar 10 hingga 15 ribu,” keluh Yogen Sogen kepada redakdi LEAD.co.id, Jumat (10/10/2019).

Banyaknya pungutan oleh oknum di wisata alam tersebut, Yogen meminta pihak aparat mengusut tuntas pelaku pemerasan yang berkeliaran di wisata alam gunung pancar. Selain itu, menurutnya, harus ada evaluasi tata kelola wisata alam gunung pancar antara Pemda dan pihak Pengusaha untuk menghindari kasus pemerasan di lokasi tersebut.

Kepada redaksi, Yogen mengungkapkan kronologis yang dikeluhkan dalam wisata alam Gunung Pancar sebgai berikut :

  1. Saya membayar 15 ribu permotor di pintu masuk. Namun tidak diberikan karcis bagi setiap pengunjung.
  2. Ketika saya sudah masuk dalam lokasi wisata ternyata sudah ada spot” foto dengan kisaran harga berbeda”. Setiap spot foto diharuskan kepada pengunjung dengan membayar 35 ribu perkepala. Namun brosur tidak diberikan kepada pengunjung (saya bersama 3 saudara). 35 ribu itu saya berikan kepada oknum” tersebut dengan harapan mungkin sudah disediakan juga sesi fotografi yang sudah disiapkan.
  3. Ternyata dugaan saya meleset. Fotografi yang disediakan harus dibayar lagi. Dengan kisaran harga perfoto dibayar 5 ribu.
  4. Saat keluar saya dikenakan lagi biaya parkir 5  ribu permotor padahal saya pikir 15 ribu di pintu masuk sudah termasuk biaya parkir.
  5. Keluhan ini tidak datang dari saya. Banyak pengunjung yang mengeluh soal pemerasan di wisata alam gunung pancar. 
  6. Jika wisata alam gunung pancar adalah milik pemda maka harus diperketat pajak masuk pengunjung. Karena setiap pengunjung adalah masyarakat biasa yang hanya ingin berwisata dari hiruk pikuk kerjaan atau rutinitas.
  7. Kasus pemerasan ini menggambarkan bobroknya tata kelola usaha pariwisata di gunung pancar. Dan tidak ada perhatian serius dari pemerintah daerah dalam hal ini dinas pariwisata di bogor.

Rekomendasi :

  1. Usut tuntas pelaku pemerasan yang berkeliaran di wisata alam gunung pancar.
  2. Harus ada evaluasi tata kelola wisata alam gunung pancar antara pemda dan pihak pengusaha untuk menghindari kasus pemerasan di wisata alam gunung pancar.(Redaksi)
Exit mobile version