Site icon LEAD.co.id

Penurunan Stunting, Alifudin: CSR Perusahaan Wajib Membantu

SANGGAU (Lead.co.id) – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Alifudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam penanganan penurunan stunting di Indonesia.

“Kami menangani stunting bukan hanya di daerah pemilihan saya saja, walau di Kabupaten Sanggau pun yang merupakan Dapil Kalbar 2, tapi kami tetap akan turut aktif berikhtiar menurunkan angkat stunting disini,” Kata Alifudin saat di Gedung DPRD Kabupaten Sanggau, pada Minggu (24/7/2022).

Sebelumnya, Alifudin juga berikhtiar mengawal penurunan stunting di Kalimantan Selatan, Utara dan Timur. Menurut dia, pihak perusahaan juga diwajibkan memberikan sumbangsihnya dalam program tersebut.

“Ikhtiar dalam menurunkan stunting bukan hanya dari anggaran APBD atau APBN, tapi perusahaan juga wajib memberikan sumbangsihnya terhadap ikhtiar penurunan stunting lewat dana CSR,” Tegas Alifudin.

Karena, menurutnya, pada tahun 2045 Indonesia harus menjadi negara maju dan sehat, maka masyarakat serta generasi penerus harus sehat dan tidak stunting.

Karena itu, pernikahan di bawah usia 19 tahun juga harus dihindari karena akan berdampak pada pola pengasuhan anak sehingga bisa meningkatkan angka Stunting.

“Karena hubungan stunting dengan pernikahan dini yaitu akan berdampak pada kesiapan psikologis hubungan, pola pengasuhan anak,” tutur Ketua DPP PKS BPW Kalimantan.

Selain itu, Presiden Jokowi juga sangat memperhatikan soal penurunan stunting, jadi sinergitas antar seluruh instansi negara dan lapisan masyarakat harus tetap dijaga agar bisa berhasil menurunkan stunting.

“Dari yang sudah dipaparkan oleh BKKBN Kalbar dan Pemda Sanggau, bahwa sejak 2021 kabupaten sanggau sudah komitmen untuk penurunan stunting, selain itu  juga akan bergotong royong dengan desa-desa,” tutup Alifudin.

Exit mobile version