LEAD, — PT Pertamina (Persero) dinilai konsisten memperkuat penggunaan produk dalam negeri dalam operasional bisnisnya. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui capaian belanja produk lokal senilai Rp415,4 triliun sepanjang 2024, yang mengantarkan Pertamina meraih Juara I Penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) 2025 dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, alokasi belanja produk lokal merupakan bagian penting dari gerakan nasional untuk memperkuat struktur industri dalam negeri. Ia mengapresiasi perusahaan yang secara konsisten mengarahkan anggarannya untuk mendukung produk nasional karena berdampak langsung pada daya saing industri dan penciptaan lapangan kerja, katanya.
Direktur Gagas Nusantara menilai capaian tersebut mencerminkan keseriusan Pertamina dalam menjalankan perannya sebagai BUMN strategis. “Menurutnya, kebijakan penggunaan produk dalam negeri memberi kepastian pasar bagi industri nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi rakyat, “ujar Romadhon Jasn dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).
Penghargaan P3DN 2025 menyoroti penguatan rantai pasok domestik melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Secara konsolidasi, TKDN di lingkungan Pertamina Group tercatat telah mencapai 47 persen, menunjukkan peningkatan pemanfaatan produk lokal di berbagai lini usaha, mulai dari hulu hingga hilir.
Senior Vice President Government Program Management Pertamina Brahmantya S. Poerwadi menyampaikan bahwa perseroan terus mendorong peningkatan belanja produk dalam negeri dengan melibatkan lebih banyak industri kecil dan menengah. Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem industri nasional sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal, ujarnya.
Romadhon Jasn menambahkan, dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan di tingkat korporasi, tetapi juga oleh masyarakat luas. Ia menyebut belanja produk lokal dalam skala besar berkontribusi pada penciptaan sekitar 3,5 hingga 4 juta lapangan kerja di sektor-sektor pendukung, “ujarnya.
Apresiasi terhadap langkah Pertamina juga datang dari berbagai kalangan masyarakat dan pelaku usaha dalam negeri. Mereka menilai keberpihakan BUMN terhadap produk lokal membantu menjaga perputaran ekonomi di dalam negeri, terutama di tengah tantangan global yang masih menekan sektor industri dan manufaktur nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan bahwa penggunaan produk dalam negeri merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta target Net Zero Emission 2060, katanya.
Romadhon Jasn menegaskan bahwa konsistensi Pertamina perlu terus dijaga dan menjadi contoh bagi badan usaha lain. “Ia menilai dukungan publik terhadap penggunaan produk lokal akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong kemandirian industri Indonesia dalam jangka panjang, “pungkasnya.

