BOGOR (Lead.co.id) – Sebagai putra daerah, Bunyamin akan head to head melawan kandidat incumbant (petahana) setelah sempat mengalami kekalahan dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa Leuwi Malang (Pilkades), Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor pada tahun 2017 silam.
“Saya maju lagi untuk Pilkades Leuwi Malang, dan lawan politik saya merupakan incumbant. Tetapi saya optimis dalam Pilkades saat ini,” kata Bacalon Pilkades Leuwi Malang, Bunyamin kepada wartawan, Rabu (1/2/2023).
Dalam Pilkades ini, dirinya mempunyai segudang program yang akan membantu masyarakat sekitarnya, mengacu dari pengalaman silam. Bahwa dirinya ini, bisa memenangkan dalam Pilkades yang akan di gelar nanti.
“Sudah jelas , ini pengalaman kami, dan maju kali ini, dengan tim yang dibentuknya bisa memenangkannya,” kata dia, yang pernah bekerja di perbankan ini.
Dia mengatakan, di wilayah tersebut memang salah satu lokasi destinasi yang bisa maju dan berkembang. Jika, dirinya berhasil memenangkan Pilkades nanti akan mengembangkan Lewi malang bisa lebih baik dari sekarang.
“Potensi sangat banyak, dan wilayah kami salah satu tujuan destinasi jika memang bisa dikembangkan, serta melibatkan stakeholder yang ada,” jelas dia.
Menurutnya, selain destinasi wisata, dirinya ingin mensejahterakan di lingkungan, misalnya, dengan membentuk bumdes, koperasi simpan pinjam, yang nantinya itu secara perlahan-lahan untuk mengurangi pinjaman bank emok.
“Dengan gerakan perubahan ini, harus dan sekali lagi ditegaskan, daftar pemilih sebanyak 6000 orang ini, kami bisa merubah Lewi Malang, dan bisa lebih baik lagi,” tandas dia.
Sekedar diketahui, di tahun 2017 Pilkades yang digelar waktu, perolehan suaranya sangat tipis, lawan politik 1800 suara dan dirinya mendapatkan suara sebanyak 1520 orang.
“Harus optimis, dan bisa memenangkan pilkades nanti, minimal suara yang diraih itu 60 sampai 70 persen dari head to head ini,” pungkas dia.

