Site icon LEAD.co.id

PKD GP Ansor Kota Bogor Resmi Dibuka

BOGOR (Lead.co.id) – Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Kota Bogor telah resmi dibuka di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, pada Sabtu (24/12/2022).

Kegiatan bertema “Membentuk Pemuda Ansor yang Terdidik dan Terpimpin” itu dibuka oleh Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Dede Supriyatna. Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon dan Mars Ansor.

Hadir Ketua GP Ansor Kota Bogor, Bustomi, Kasubag TU Kemenag, Ujang Supriyatna, Ust Insan Kamil selaku pimpinan Ponpes Nurul ihya, Ust Irfan Widia Rahmat, para Alim Ulama, dan peserta didik.

Dalam pembukaan itu, Dede Supriyatna mengatakan bahwa, Kemenag selalu berusaha untuk mendukung dan selalu ada di belakang sahabat GP Ansor. Perjuangan Ansor adalah perjuangan NU, karena Ansor merupakan kader inti NU.

Menurut dia, keberadaan Ansor dan Banser itu segaris dengan tujuan NU, tidak bisa dilupakan, genetika Ansor merupakan genetika NKRI, genetika Islam faham Ahli Sunah wal Jama’ah, yang sudah dibangun oleh para kyai, dan para pendahulu bangsa.

“NKRI harga mati, karena NKRI yang ber Pancasila, ber UUD 1945, ber Bhineka Tunggal Ika, itu adalah bentuk negara yang paling kita yakini bisa menjamin terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan, agar terjadi kemaslahatan, kesejahteraan, dan kita menjadi rahmatan lil alamin,” katanya.

Selanjutnya, Dede mengatakan, Ansor harus menjadi umatan wasathan, berdiri di tengah semua golongan masyarakat, mempersatukan seluruh kelompok-kelompok masyarakat.

Dirinya menambahkan bahwa, komitmen, kesediaan, kerelaan menjadi Ansor, dan menjadi NU bisa memberikan kontribusi menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam prakteknya, darma bakti Ansor dan Banser meliputi empat prinsip dalam laku sosial dan laku politik, yaitu ta’adul (bertindak yang adil), tasamuh (seimbang), tawasuth (berada di tengah), dan umatan wasathan (moderat).

“Di mana Ansor, Banser kuat, NU pasti kuat, dan di mana NU kuat, pasti NKRI kuat,” tandas dia.

Di tempat yang sama, Bustomi memberikan pesan untuk meluruskan niat dan siap untuk menjadi generasi penerus Rosullulah dan santri Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari.

“Semangat juang yang tinggi, akan menentukan kesuksesan kita. Dan NKRI ke depan akan menjadi negara yang hebat,” tegasnya.

Exit mobile version