Site icon LEAD.co.id

PLN UP3 Bogor Digerudug: Jangan Sembunyi di Balik Pagar

BOGOR (Lead.co.id) – Unjuk rasa Aliansi Empat Pilar di depan Kantor PT PLN UP3 Bogor, Kamis (13/8/2026), berlangsung hingga larut malam. Massa tetap bertahan karena pihak PLN UP3 Bogor disebut tidak kunjung menemui peserta aksi untuk memberikan penjelasan atas sejumlah persoalan pelayanan kelistrikan yang mereka soroti.

Aksi dipimpin Koordinator Lapangan Faiz. Situasi di lokasi sempat memanas ketika massa melakukan pembakaran ban dan terjadi aksi dorong-mendorong pada pagar dengan petugas keamanan PLN UP3 Bogor.

Ketegangan tersebut terjadi di tengah tuntutan massa yang meminta pihak PLN keluar menemui mereka dan memberikan jawaban secara langsung. Massa menilai sikap PLN yang tidak menemui peserta aksi justru semakin memperbesar kekecewaan.

“Kami datang membawa persoalan masyarakat. Kami ingin bertemu dan meminta penjelasan, bukan mencari keributan. Tetapi kalau masyarakat sudah datang menyampaikan aspirasi lalu tidak ditemui, wajar kalau massa kecewa,” tegas Faiz.

Menurut Faiz, persoalan yang dibawa dalam aksi bukan persoalan sepele. Pemadaman listrik yang disebut terjadi tanpa pemberitahuan memadai dinilai telah berdampak terhadap masyarakat, terutama pelaku UMKM dan pedagang kecil.

Kerugian yang dikeluhkan antara lain bahan makanan rusak, makanan menjadi basi, omzet usaha menurun hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain pemadaman, Aliansi Empat Pilar juga menyoroti dugaan pemasangan meteran listrik ilegal atau tidak sesuai prosedur yang diduga melibatkan oknum tertentu. Massa meminta PLN melakukan pemeriksaan secara transparan dan membuka hasilnya kepada publik.

Kualitas tegangan listrik juga menjadi sorotan. Massa meminta PLN bertanggung jawab apabila gangguan kualitas listrik terbukti menyebabkan kerusakan peralatan elektronik masyarakat, seperti kulkas, televisi, pompa air dan berbagai peralatan usaha.

Tak kalah keras, massa mempertanyakan transparansi penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN. Mereka mendesak agar program tersebut benar-benar menyentuh masyarakat dan UMKM yang terdampak langsung persoalan kelistrikan.

AK Faiz menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti hanya karena belum mendapatkan respons dari pihak PLN.

“Kami akan tetap mengawal persoalan ini. Jangan biarkan masyarakat merasa ditinggalkan ketika mengalami kerugian akibat pelayanan listrik. PLN harus berani menemui masyarakat dan memberikan jawaban yang jelas,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Empat Pilar membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penghentian pemadaman yang dinilai merugikan masyarakat, pengusutan dugaan pemasangan meteran ilegal, perbaikan kualitas tegangan listrik, hingga tuntutan ganti rugi bagi masyarakat yang mengalami kerusakan peralatan akibat gangguan kelistrikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Massa juga mendesak PLN membuka secara transparan penyaluran program CSR dan memprioritaskan masyarakat serta pelaku UMKM yang terdampak langsung.

Aksi yang berlangsung hingga larut malam itu menjadi gambaran memuncaknya kekecewaan massa. AK Faiz bersama peserta aksi memilih bertahan di depan kantor PLN UP3 Bogor sembari menunggu pihak perusahaan memberikan respons atas tuntutan yang mereka sampaikan.

Surya SP

Exit mobile version