BOGOR (Lead.co.id) – Jajaran Polresta Bogor Kota langsung menangkap pelajar yang mengacungkan senjata tajam (sajam) ke pelajar lainnya di kawasan Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur. Aksi pelajar itu sebelumnya sempat viral di media sosial.
“Saat itu ada anak-anak pelajar di dalam angkot, di luar kendaraan satu motor dengan pelaku pelajar yang mengacung-acungkan celurit. Ini sudah kita amankan satu pelaku,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Bismo Teguh Prakoso, pada Selasa (5/9/2023).
Bismo menjelaskan, pelaku diketahui berboncengan tiga, satu orang mengacungkan sajam berupa celurit. Karena itu, Polisi hanya mengamankan satu orang yang terbukti membawa Sajam dengan melakukan penahanan.
“Adapun anak yang berkonflik dengan hukum dengan barang bukti celuritnya sudah sudah kita amankan,” kata Bismo menambahkan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, yang menjadi motif pelajar tersebut mengacung-acungkan senjata tajam dan menantang pelajar lain yaitu karena adanya provokasi dari kelompok pelajar lain di dalam angkot.
“Ini diawali dengan adanya provokasi dari angkot yang di dalamnya diduga pelajar, berteriak, oh beraninya di home base saja,” ungkap Kapolresta.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 jo Undang-Undang Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video diduga pelajar di Kota Bogor yang mengacungkan senjata tajam (sajam) hingga menantang kelompok pelajar lainnya.
Video tersebut dikabarkan terjadi di wilayah Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor baru-baru ini.
Berdasarkan pantauan video viral, terlihat tiga orang berseragam sekolah itu menaiki sepeda motor. Kemudian, dua orang yang dibonceng terlihat menenteng sajam jenis celurit.
Kemudian, ketiga pelaku ini mencoba mendekati angkot yang diketahui berisi kelompok pelajar lain. Sambil berteriak, pelajar yang menteng sajam itu menantang pelajar yang ada di dalam angkot untuk turun.
Usai mendapat informasi tersebut, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pelaku.
“Berdasarkan informasi masyarakat yamg kami terima disertai foto dugaan pelaku dan kejadian, kami lakukan penyelidikan untuk cari pelaku,” kata Rizka Fadhila kepada awak media, pada Kamis (31/8).
Meski demikian, dirinya meyakini tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Dalam kejadian tersebut dipastikan tidak ada,” pungkasnya.

