Site icon LEAD.co.id

Presiden PKS Temui Petani Garam dan Cabai di Pamekasan

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu saat mengunjungi bpetani cabe di Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (24/9/2021). Foto/Lead.co.id

Pamekasan (LEAD.co.id) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu mengunjungi petani garam dan petani cabai di Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (24/9/2021).

Syaikhu didampingi oleh anggota DPR RI Amin Ak, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP PKS, Ketua Bidang Humas DPP PKS Ahmad Mabruri, Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan, Sekretaris Ahmadi.

Kemudian, ada pula Ketua Bidang Tani dan Nelayan Alwi Burhanuddin, Ketua Bidang Humas DPW PKS Jatim Reni Astuti, juga Ketua DPD PKS Pamekasan Abdullah, serta pimpinan dan anggota DPRD Fraksi PKS Pamekasan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden PKS mendengarkan keluhan para petani garam maupun petani cabe, dimana harga garam dan cabe terus menerus anjlok. Menanggapi hal itu, Presiden PKS meminta pemerintah untuk memproteksi petani dari importir yang bergentayangan.

“Importir-importir garam ini terus bergentayangan, petani tidak bisa berjuang sendiri. Insya Allah PKS akan terus mengawal hal ini,” ujar Syaikhu, Jumat (24/9/2021).

Syaikhu mengatakan, jangan sampai pemerintah justru membantu orang-orang yang sudah kaya, dan melupakan petani yang sedang berjuang hidup.

Anjloknya harga garam, lanjut Syaikhu, karena gempuran garam impor dengan harga yang lebih murah dan kualitas lebih baik.

“Pemerintah menganggap kualitas garam lokal kurang memenuhi standar. Jika demikian seharusnya pemerintah melakukan pembinaan untuk meningkatkan kualitas garam, bukan malah membuka kran impor sebanyak-banyaknya,” katanya.

Sementara Rosyidi, petani garam di Desa Konang Pamekasan menyampaikan harga garam per kilonya terus menerus anjlok.

“Tahun 2017 harga garam perkilonya Rp 3.000, sekarang anjlok jadi Rp 500. Bagaimana kami sejahtera jika demikian kondisinya, yang ada kami menderita,” keluhnya.

Belum lagi kerugian akan bertambah ketika hujan turun. Tak hanya itu, karena jalan yang rusak, mobil yang mengangkut garam pernah jatuh ke sungai.

Dia berharap agar PKS bisa memperjuangkan nasib petani garam. “Semoga presiden PKS bisa memperjuangkan kami,” harapnya.

Syaikhu berjanji akan memperjuangkan nasib petani garam dan cabe melalui anggota DPR RI maupun anggota DPRD, baik di provinsi dan kabupaten/kota. Juga melalui kepala daerah dari PKS atau yang diusung PKS.

“Terutama untuk yang ada di DPRD karena bisa berjuang melalui perda,” pesannya.

Reporter: Kholisin Susanto

Editor: Moh Hasanuddin

Exit mobile version