Site icon LEAD.co.id

Prihatin Pendidikan di Indonesia, Anak Petani Madura Mendaftar Legislatif

Mahmudi, Bacaleg, Partai Umat, Bangkalan

Mahmudi, Bacaleg Partai Umat

BANGKALAN (Lead.co.id) – Kehidupan yang keras tidak mematahkan semangat dan tekad bulat pemuda bernama Mahmudi untuk berjuang dan mengabdikan diri pada bangsa dan negara.

Pemuda berusia 23 tahun ini berasal dari desa Durin Barat, Konang, Bangkalan, Madura. Mahmudi dibesarkan ditengah keluarga yang berlatar belakang petani.

Meski demikian ia memberanikan diri untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif republik Indonesia dari partai Ummat.

Ia mengaku sejatinya keputusan yang diambilnya untuk mendaftar sebagai bakal calon legislatif adalah didasari oleh problematika pendidikan dan terus bertambahnya akan koruptor di Indonesia.

“Secara materi saya tidak mampu, tapi Bismillah saya memberanikan diri untuk daftar nyaleg ini karna Indonesia yang tengah krisis orang kredible” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia sudah bukan lagi milik rakyatnya, melainkan milik mereka yang memiliki kekuasaan dan banyak uang.

“Loh, di desa-desa saya pribadi yakin, demokrasi dimatikan oleh mereka yang memiliki uang, masyarakat dibiarkan berpendidikan rendah, agar tidak bisa ikut mengontrol jalannya demokrasi,” tegasnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku sangat prihatin melihat angka pendidikan dan minat baca di Indonesia yang sangat tertinggal.

“Bagaimana mau maju negara ini, jika SDMnya memiliki pemikiran pragmatis semua, sehingga kata saya tadi, yang punya uang selalu dijunjung,” lanjutnya.

Ia yakin, partai besutan Amin Raies tersebut mampu memperbaiki sistem di Indonesia, meski masih seumur jagung.

“Saya melabuhkan pilihan saya pada partainya Ayahanda Amin Rais ini, sebab saya yakin, bahwa partai ini akan menjadi satu-satunya antitesis kebobrokan negara ini,” ucapnya.

Diakhir pembicaraan ia menegaskan bahwa motivasi terbesarnya mengikuti kontestasi politik tahun mendatang adalah untuk memperjuangkan pendidikan Indonesia.

“Bismillah, jika saya diberi kesempatan oleh yang kuasa, saya akan berusaha memperbaiki polarisasi Pendidikan di Negara ini, sebab kalau SDM mau berfikir, korupsi akan sirna sendiri,” pungkasnya.

Exit mobile version