BOGOR (Lead.co.id) – Proyek pembangunan jembatan Otista telah berdampak terhadap kemacetan lalu lintas dan sektor perekonomian salah satunya di Jalan Roda menuju Gang Aut, Kecamatan Bogor Tengah, sejak 4 Mei 2023 lalu.
Merespons itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengatakan, dari Jalan Roda menuju Gang Aut itu penuh dengan aktivitas perdagangan namun terhambat karena akses menuju jalan tersebut ditutup.
Sebelumnya, politisi yang akrab disapa Ceu Atty ini meradang karena keluhan warga di Dapilnya menurun pendapatannya yang terdampak akibat rekayasa lalulintas sejak ditutupnya jalan Jembatan Otista. Sebab pengguna sepeda motor yang hilir mudik dari pasar terpaksa harus berjalan kaki karena ditutup aksesnya.
“Banyak warga saya yang ngeluh karena omsetnya turun. Mereka meminta jalan yang ditutup (Gang aut) dibuka untuk motor aja,” kata Atty, pada Senin (13/5/2023).
Menurutnya, dengan kondisi ini ia meminta agar jalan tersebut dibuka untuk pengguna sepeda motor, agar kegiatan perekonomian warga yang ada di area tersebut tidak menurun.
“Dibuka aja untuk motor. Jangan sampai terindikasi bayar lalu dibuka sama yang jaga. Kasihan orang berjualan, belanja, harus nyeberang dan parkir motor dulu. Sayang waktu dan tenaganya,” papar Atty.
Water Barrier Dibuka Untuk Akses Sepeda Motor
Menindaklanjuti keluhan para pelaku usaha yang mengalami penurunan omset secara signifikan sejak beberapa pekan terakhir, akibat rekayasa lalulintas, Atty Somaddikarya bersama warga setempat meminta kepada petugas Dinas Perhubungan Kota Bogor yang berjaga di area tersebut untuk dibuka.
“Menyampaikan aspirasi, dimana menjadi keluhan warga dan para pelaku usaha, terlebih, jika ada kendaraan darurat seperti ambulans dari arah suryakencana dan jalan roda menuju RS Vania juga mungkin sedikit terhambat. Bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk peningkatan perekonomian di area tersebut,” beber dia.
Selain itu, ia meminta agar penjagaan dari Pemkot Bogor dan Polresta Bogor Kota untuk tetap standby di lokasi, sebab dikhawatirkan adanya kecelakaan dan para pengendara sepeda motor yang melawan arus.
“Petugas tetap harus siaga dan berjaga, berdayakan juga warga setempat untuk membantu, semuanya harus terlibat dalam membangun Kota Bogor. Jangan sampai ada yang dirugikan dengan dalih pembangunan,” pungkas Atty.

