Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Dorong Belanja Nasional

0
Pemulihan Ekonomi, Pemerintah, Belanja, Belanja Nasional
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menhub Budi Karya Sumadi saat memberikan keterangan bersama di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, 7 April 2021

LEAD.co.id | Pemerintah menyatakan bahwa penanganan pandemi Covid-19 harus diikuti dengan keseimbangan terhadap pemulihan ekonomi nasional. Karena itu, Pemerintah mendorong konsumsi masyarakat dengan THR untuk karyawan swasta dan belanja nasional secara online.

Pemerintah mendorong pihak swasta untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi para karyawannya mengingat sejumlah fasilitas dan insentif kepada sejumlah sektor yang telah diberikan pemerintah.

“Melalui pembayaran THR, estimasi anggaran yang bisa masuk ke pasar adalah Rp215 triliun,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan bersama Menteri Perhubungan di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu (7/4/2021).

Baca :  Pemerintah Bersyukur Pilkada Berjalan Lancar

Untuk itu, pihaknya mempercepat penyaluran sejumlah bantuan dan perlindungan sosial untuk menggerakkan konsumsi masyarakat yang diharapkan akan memacu pertumbuhan perekonomian nasional.

“Pemerintah juga mendorong hari belanja nasional di H-10 dan H-5 di mana hari belanja nasional melalui online itu ditujukan untuk produk nasional dan pemerintah akan mensubsidi ongkos kirim dengan menyiapkan Rp500 miliar,” tuturnya.

Sebelumnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro telah menunjukkan hasil positif pada upaya penanganan pandemi. Kasus aktif di Indonesia sudah berada pada satu digit di angka 7,4 persen, jauh lebih baik apabila dibandingkan kasus aktif global di angka 17,3 persen.

Baca :  Rakyat Dilarang Mudik, Diminta Tetap di Rumah Saja

“Dari sidang kabinet paripurna tadi dilaporkan, dari PPKM mikro kasus aktif sudah single digit, yaitu 7,4 persen dibandingkan global yang 17,3 persen. Kemudian kasus sembuhnya kita sudah di atas global. Global 80,5 persen, kita 89,9 persen. Tinggal di kasus kematian kita masih di atas global. Global 2,17 dan kita 2,7 persen,” kata Politisi Gokar ini.

Meski menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, seluruh pihak tidak boleh mengendurkan kewaspadaan. Apalagi mengingat sejumlah negara seperti di Eropa dan Asia yang kini menghadapi lonjakan gelombang ketiga kasus penularan Covid-19.

Baca :  Pemerintah Tidak Pulangkan ISIS, Komnas HAM Prihatin

Selain itu, belajar dari pengalaman sebelumnya seperti libur Idul Fitri tahun lalu yang diikuti kenaikan kasus harian sebesar 93 persen, juga beberapa libur panjang setelahnya, maka pemerintah akan segera melaksanakan kebijakan pengendalian pandemi, salah satunya melalui kebijakan larangan mudik yang telah disampaikan beberapa waktu lalu.

Karena itu, Presiden melalui Menkk PMK menyampaikan adanya larangan mudik. Menteri Agama juga telah mengatur berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan untuk penanganan pandemi.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here