LEAD.co.id|Banyuwangi – Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) SIRTANIO Banyuwangi yang didirikan oleh Samanhudi sejak tahun 2006, resmi melakukan perjanjian kontrak pada bulan Desember 2018 untuk mengekspor beras merah dan beras hitam organik ke Swiss.
Pelaksanaan ekspor tersebut akan dilakukan pada bulan April 2019 dengan nilai kontrak sebesar Rp 665 juta rupiah. Atas hal itu, pihak Kementan mengapresiasi langkah P4S SIRTANIO karena telah menjadi lembaga mandiri yang berdaya saing.
“Kami terus mendorong menjadi Lembaga mandiri yang berdaya saing dan memiliki kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat tani,” kata Kepala Pusat Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan), Ir. Bustanul Arifin Caya MDM kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).
Keberhasilan P4S SIRTANIO tidak lepas dari perjuangan pendirinya, yaitu Samanhudi. Sejak tahun 1998 pendiri P4S ini telah mengadopsi jarak tanam jajar legowo, dan pada tahun 2008 budidaya padi organik dilakukan dengan menerapkan SRI yang menggunakan pupuk dan agensi hayati untuk penanganan Organisme Penggangu Tanaman (OPT) yang diproduksi sendiri.
Nama SIRTANIO sendiri diambil berdasarkan rasa ketertarikan yang tinggi pendiri pada dunia pertanian. Dalam bahasa asli banyuwangi SIRTANIO merupakan dua suku kata yaitu Sir yang artinya tertarik dan “Tanio” yang artinya Bertanilah. Sehingga Sirtanio diartikan “jika tertarik, bertanilah”.Pusat Pelatihan petani milenial ” SIRTANIO” ini karena keaktifan dan prestasinya tahun 2018 lalu menerima penghargaan dari Menteri Pertanian sebagai P 4S berprestasi Tingkat Nasional. (MSA)

