500 Ratus Ribu Lebih Tenaga Kesehatan Telah Disuntik Vaksin Covid-19

oleh -251 views
Vaksin, Covid-19, Sinovac
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Bio Farma, Bambang Heriyanto bersama Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat kedatangan bahan baku vaksin Covid-19. [File: BPMI Setpres/ Lukas]

LEAD.co.id | Sebanyak lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan telah memperoleh suntikan dosis vaksinasi Covid-19. Para tenaga kesehatan tersebut merupakan prioritas utama pemerintah di tahap awal program vaksinasi secara gratis.

“Hingga kemarin, kita telah berhasil melakukan vaksinasi bagi lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan di Indonesia,” ungkap Juru Bicara dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat di Bandara Seokarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (2/2/2021).

Angka tersebut, kata dia, menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari tenaga kesehatan untuk mendukung program vaksinasi sekaligus menunjukkan optimisme terhadap keamanan dan manfaat vaksinasi.

Baca :  Terima Vaksinasi Tahap Kedua, Kapolres Minta Masyarakat Tidak Takut

Melihat jumlah tenaga kesehatan yang telah mendapatkan dosis vaksin tersebut, pemerintah optimistis bahwa target awal untuk 1,5 juta tenaga kesehatan mendapatkan vaksin Covid-19 dapat segera terwujud.

Indonesia sendiri, ungkap dia, memiliki puluhan tahun pengalaman untuk menggelar vaksinasi serupa yang saat ini dilakukan di seluruh Indonesia.

Vaksinasi untuk menimbulkan dan memperkuat respons imun terhadap virus korona ini merupakan hal yang sangat penting dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibanding risikonya.

Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI), hingga saat ini semua reaksi yang dilaporkan setelah suntikan vaksin tersebut bersifat ringan dan tidak menimbulkan efek samping yang serius.

Baca :  Pemerintah Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri

“Selain vaksinasi, protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker serta menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas tetap harus dilaksanakan secara ketat,” tandas Nadia.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *