Oleh: M Ivan Julianto
Tepat hari ini, tanggal 02 Mei 2024 warga Negara Indonesia atau dapat kita sebut sebagai Ibu Pertiwi sebagai bentuk personifikasi nasional Indonesia, sebuah perwujudan tanah air Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasioanal (Hardiknas). Ini adalah momen yang tepat bagi kita sebagai warga negara Indonesia untuk merenungkan apa yang sama-sama telah kita lakukan, kita upayakan dalam koridor pendidikan bangsa Indonesia sampai hari ini.
Sedikit saya bahas tentang Sejarah Hari Pendidikan Nasional untuk sama-sama kita ketahui, bahwa tepat Tanggal 2 Mei dipilih sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) karena merupakan tanggal lahir Bapak Pendidikan Nasional, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Kemudian setelah Indonesia merdeka, Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1950.
Ki Hadjar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959. Atas semua jasa dan perjuangannya dalam bidang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia seperti yang tertulis pada Keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1961 tentang Perubahan Hari Pendidikan Nasional, tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara yaitu 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Sekilas tentang sejarah singkat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dapat kawan-kawan pahami sebelum kita merefleksikan arah juang yang selama ini kita upayakan untuk pendidikan Indonesia. Salah satu tugas negara yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945 ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan hal tersebut, salah satu implikasinya adalah negara mesti menguatkan bekerjanya akal warga negara melalui sistem pendidikan.
Sedangkan, dalam data yang saya kutip melalui databoks saat ini hanya sekitar 6,41% penduduk Indonesia yang sudah mengenyam pendidikan tinggi pada tahun 2022. Sementara itu 23,4% penduduk Indonesia merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD). Ada pula 11,14% yang belum tamat SD, dan penduduk yang tidak sekolah/belum sekolah mencapai 23,61%.
Berangkat dari data yang hari ini kita ketahui bersama, saya sebagai warga negara Indonesia merasa miris dengan keadaan yang hari ini terjadi pada negara kita tercinta, pendidikan yang semestinya jadi perhatian para pemangku kebijakan untuk merawat akal pikir masyarakat guna masa depan bangsa yang hari ini terjadi adalah terbengkalai, minim sekali angkanya.
Lalu dari angka literasi yang dikemukakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), nilai budaya literasi Indonesia sebesar 57,4 poin dari 275,5 juta penduduk pada 2022 yang tercatat masih sangat jauh untuk mencapai keadaan ideal; merealisasikan apa yang disampaikan dan menjadi pesan Undang-Undang Dasar 1945.
Berdasarkan apa yang saat ini terjadi di negara kita dalam sektor pendidikan sudah seharusnya kita sebagai warga negara yang sadar akan peran dan tanggung jawabnya baik dalam kapasitas individu maupun kolektif mengambil tindakan berani yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan kita dalam segala bentuk kegiatan mulai dari lingkungan yang paling kecil.
Sehingga, dari kesadaran dan usaha kita untuk mengupayakan perubahan pada pendidikan yang lebih baik dapat terealisasi. Untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Mengikuti kebiasaan-kebiasaan dari Founding Fathers [membaca, menulis, mencerna informasi dengan baik] dalam upaya meningkatkan nilai literasi bangsa.
Dengan segala bentuk dan upaya yang akan kita lakukan ke depan untuk Pendidikan Indonesia harapannya adalah meningkatnya literasi bangsa, angka pendidikan yang dienyam oleh para penerus bangsa. Karena anak-anak bangsa adalah regenerasi bangsa yang akan terus memperjuangkan bangsa ini pada hal yang lebih baik.
Dan ke depan, angka-angka tentang pendidikan serta tingkat literasi bangsa meningkat, dari kondisi hari ini yang dapat saya kata miris akan berubah menjadi manis. Sehingga Indonesia, kembali menggetarkan dunia dengan kapasitas intelektualnya yang luar biasa. Semoga, hal itu dapat kita capai dengan usaha bersama-sama.

