Site icon LEAD.co.id

Rektor IPB: Keterlibatan KNPI di Sektor Pertanian Sangat Dibutuhkan

LEAD.co.id | Kuantitas petani usia produktif di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Sementara minat generasi muda atau kaum milenial untuk terjun berwirausaha pertanian dari hulu ke hilir sektor pertanian masih minim.

“Regenerasi petani menjadi isu penting yang perlu diperhatikan seluruh pihak,” kata Rektor IPB, Arif Satria saat Rapat Kordinasi Nasional Pemuda, Dewan Pertimbangan Pusat KNPI di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Pada Sensus Pertanian 2013, jumlah rumah tangga petani turun 20 persen dari 79,5 juta menjadi 63,6 juta, atau turun 15,6 juta rumah tangga. Bahkan, diperparah lagi dengan kondisi 61 persen petani Indonesia telah berusia diatas 45 tahun.

Oleh karena itu, ditegaskan Arif Satria, keterlibatan generasi milenial dan KNPI dalam mendukung, mengembangkan, serta memajukan sektor pertanian menjadi sangat dibutuhkan. Pertanian juga perlu sentuhan serta terobosan generasi milenial.

“Pemuda, sebagai generasi milenial punya kontribusi yang penting karena petani kita tua dan gaptek. Kita melihat disini Universitas harus bersinergi dengan organisasi kepemudaan menjadi katalisator,” ucapnya.

Dalam acara ini Rektor IPB yang juga ketua terpilih Forum Rektor Indonesia 2020 menyampaikan harapan kedepan dapat tumbuh lebih banyak lagi petani muda yang terdidik. Oleh sebab itu, perguruan tinggi diharapkan dapat mencetak petani-petani milenial berkualitas yang nantinya akan berkontribusi dalam pembangunan pertanian di tanah air.

Dia juga mengatakan bahwa, untuk menarik minat generasi milenial ke pertanian bukanlah hal mudah. Sebab, selama ini petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang kurang menguntungkan. Dengan demikian, penting untuk mengubah gambaran tersebut di mata generasi muda.

“Kiat harus buat gambaran bertani itu keren,” katanya.

Ketua DPP KNPI, Noerfajriensyah, mengatakan dunia pertanian tanah air menghadapi beragam persoalan. Salah satunya adalah minimnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian. Oleh sebab itu, menjadi sebuah tantangan untuk mengajak generasi muda menekuni sektor ini.

Fajri menyebutkan DPP KNPI memiliki AgroenterpreunershipProgram (AP). Program pendidikan kewirausahaan hasil kerja sama dengan Kementerian Pertanian diharapkan dapat melahirkan banyak pelaku socioenterpreunership terutama di bidang pertanian. Dia berharap seluruh PK, DPD Kabupaten Kota, DPD Propinsi KNPI dapat mendorong pengembangan agrosociopreneur generasi milenial.

Reporter: W. Supriatna

Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version