Respon Cepat, Hipakad Kota Bogor Kirim Bantuan Gempa Cianjur

oleh -365 views

BOGOR (Lead.co.id) – Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Kota Bogor merespon cepat bencana Gempabumi di Cianjur dengan membuka posko penggalangan donasi di Museum Perjuangan Kota Bogor. Pada Selasa malam (22/11), pihaknya juga telah memberangkatkan satu tim ke lokasi bencana.

“Kegiatan ini didasari atas kepedulian dan simpati kami sebagai anak-anak keluarga besar angkatan darat, maka kami Hipakad Kota Bogor bergerak cepat untuk mengumpulkan donasi bagi para korban,” kata Dede Suhendar dari Hipakad Kota Bogor, pada Selasa (22/11/2022).

Gempa bumi 5,6 Magnitudo yang mengguncang daerah Kabupaten Cianjur, pada Senin (21/11) itu telah berdampak pada ratusan korban meninggal, luka-luka, dan ribuan bangunan rusak berat. Bahkan, tidak kurang dari 13 ribu masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Baca :  Tiga Hari Tertimbun Gempa Cianjur, Anak 5 Tahun Berhasil Diselamatkan

Dede mengatakan, donasi dan bantuan yang diperoleh itu bersumber dari anggota serta beberapa donatur melalui open donasi yang dilakukan oleh Hipakad Kota Bogor sejak awal kejadian bencana.

“Untuk donasi yang kami butuhkan saat ini adalah logistik bahan makanan berupa mie instan dan air mineral serta kebutuhan obat-obatan, selimut dan tenda sangat dibutuhkan di lokasi bencana saat ini,” ungkap dia.

Pihaknya juga bekerjasama dengan Hipakad Cianjur guna melakukan distribusi bantuan di beberapa lokasi dan titik bencana yang paling parah seperti di Desa Benjot, Cijedil dan Desa Ciburakan yang berada di Kecamatan Cugenang.

Baca :  Gempa Bumi 5,6 Melanda Kabupaten Cianjur

“Lokasi yang paling parah memakan korban jiwa serta paling memerlukan bantuan yaitu ada di Kecamatan Cugenang diantara Desa Benjoy, Cijedil dan Desa Ciburakan. Alhamdulillah kami sudah bisa sampai ke lokasi bencana dengan membawa bantuan yang kami kumpulkan,” kata Dede.

Hingga saat ini, tim Hipakad Kota Bogor masih berada di lokasi bencana usai mendistribusikan bantuan. Informasi yang didapat, hingga kini bencana tersebut sudah merenggut 313 korban meninggal dunia.