Rocky Gerung : Di Istana Terjadi Black Market Of Justice

100
0

LEAD.co.id | Pengamat Politik, Rocky Gerung kembali melontarkan kritiknya kepada pemerintah terkait polemik batalnya pembebasan bersyarat narapidana teroris, Abu Bakar Baasyir (ABB).

Rocky menganggap pernyataan Presiden Jokowi di beberapa media massa terkait rencana pembebasan bersyarat ABB yang di hari kemudian dibantah oleh bawahannya, merupakan tindakan yang tidak elok.

“Saya menganggap, yang disebutkan oleh presiden kemarin adalah hoax, dia dibantah oleh bawahannya,” ungkap Rocky dalam acara Indonesian Lawyer Club, Selasa (29/1/2018) petang.

Menurut Rocky, polemik pembatalan rencana pembebasan ABB tersebut memperlihatkan adanya kekacauan di dapur pemerintahan. “Terlalu banyak tukang masak membuat sup itu tumpah berantakan, itu yang terjadi sekarang,” tambah Rocky.

Baca :  Diskusi Publik Presiden Akal Sehat Curi Perhatian Warga Bali

Terkait polemik tersebut, Rocky juga menganggap pemerintahan Jokowi saat ini menunjukan ketidakdewasaan dalam berpolitik. “Kekuasaan hari ini adalah compang camping, dan menambal sulam itu justru menambah kecompang campingan, tambalannya pun tidak sempurna,” lanjutnya.

Saat menutup tanggapannya, Rocky mengesankan bahwa, di istana sekarang sedang terjadi black market of justice, pasar gelap kekuasaan, yang sampai sekarang orang tidak tau siapa pemain utamanya. “Tapi yang kita tau adalah ongkos yang berbahaya bagi demorasi hari hari ini,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here